Film Otomotif

Pembajakan Mobil di Film Furious 8 Mustahil Terjadi

Purba Wirastama    •    Kamis, 04 May 2017 20:00 WIB
film otomotif
Pembajakan Mobil di Film Furious 8 Mustahil Terjadi
Salah satu adegan dalam Fast & Furious 8.

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu adegan fantastik dalam film Fast & Furious 8 adalah pembajakan mobil-mobil otonom tanpa pengemudi di kota New York. Adam Boulton, CTO Blackberry Technology Solutions (BTS), menganggap adegan pembajakan tersebut semata hiperbola.

BTS adalah anak perusahaan BlackBerry yang menangani urusan teknologi inovatif, termasuk piranti lunak di mobil otonom QNX. Menurut Adam, pembajakan mobil otonom dengan beberapa pencetan tombol dalam film F8 mustahil dilakukan di dunia nyata.

Dalam adegan mobil zombie tersebut, Cipher (Charlize Theron) hendak mencuri nuclear football (koper berisi kode peluncur rudal balistik nuklir) milik Menteri Pertahanan Rusia. Untuk mematahkan pengamanan sang menteri, Cipher dan asisten membajak ribuan mobil dalam radius dua mil.

Bagian yang tampak di layar, peretasan berlangsung singkat dan dilakukan dengan beberapa pencetan tombol. Sistem pengaman anti tabrakan juga dimatikan.

“Anda harus membangun botnet berbasis kendaraan secara efektif yang membutuhkan gangguan keamanan yang telah disiapkan sebelumnya, seperti memasangkan kendaraan dengan malware terlebih dahulu," kata Adam dalam keterangan tertulis kepada Metrotvnews.com.

Botnet, menurut beberapa situs teknologi, adalah jaringan berisi sejumlah komputer yang telah disusupi program jahat dan dapat dikendalikan jarak jauh (bot atau web robot).

Dalam film FF8, penonton dapat melihat bahwa entah bagaimana, program peretasan Cipher mampu menyusup ke semua mobil tanpa pengemudi, yang tentu saja terhubung dalam jaringan. Tetapi terbatas jarak geografis. Ini seperti mengendalikan mobil mainan dengan alat pengontrol jarak jauh.

Segmen adegan mobil zombie lain yang fantastik adalah 'hujan mobil' dari gedung parkir. Supaya dapat mengambil alih kontrol mobil-mobil tanpa pengemudi, kata Adam, peretas harus menembus banyak lapisan keamanan dan otentikasi yang telah dipasang.

Seperti kita tahu, mobil otonom atau tanpa pengemudi kini sedang menjadi teknologi yang sedang dikembangkan sejumlah perusahaan besar. Selain Blackberry, ada Uber, Apple, Google, dan terakhir Samsung.

Fiksionalisasi dalam film F8, kata Adam, adalah wujud ketakutan orang terhadap teknologi tersebut. Menurutnya, proses otentikasi mobil di masa depan akan lebih canggih dari sekadar password atau kata sandi. Teknologi bernama Public Key Infrastructure (PKI) disebut mampu memberikan keamanan lebih.

"Akan ada waktu, misalnya, aku di kantor dan ingin mobilku datang sendiri untuk menjemput. Tapi itu jelas akan membutuhkan proses otentikasi (pembuktian keaslian pengguna). Jadi, proses menembus semua level keamanan tentu saja diabaikan dalam film tersebut," tambah Adam.

Proses pembajakan mobil otonom memang tidak diceritakan detail di film F8. Namun penonton diajak percaya bahwa Cipher lebih jenius daripada para peretas Anonymous. Dia sangat perhitungan dan telah menyiapkan segala rencana jauh hari sebelum bertemu Dom Torreto (Vin Diesel).


(UDA)