Industri Otomotif

Audi Hati-hati Kembangkan Mobil Listrik

Ainto Harry Budiawan    •    Sabtu, 22 Jul 2017 07:25 WIB
mobil listrikaudi
Audi Hati-hati Kembangkan Mobil Listrik
Sketsa desain sebuah SUV yang akan menjadi mobil listrik pertama Audi yang diproduksi massal. caranddriver

Metrotvnews.com: Mati surinya proyek R8 E-Tron membuat Audi lebih berhati-hati mematok target produksi mobil listriknya. Bila yang lain menargetkan bisa memasarkan sebelum 2020, produsen asal Jerman ini memutuskan mulai berproduksi massal setelahnya.

"Antara 2020 dan 2025, kita harus memulai proyek elektrifikasi," kata CEO Audi, Stephan Winkelmann sebagaimana dilansir caranddriver.com.

Belajar dari kasus R8 E-Tron yang hanya terjual kurang dari 100 unit hingga harus 'ditidurkan' per awal tahun ini, Audi mengetahui bahwa peruntungan di pasar mobil listrik bukan dengan supercar. Mobil listrik pertama Audi yang akan diproduksi dan dijual massal adalah SUV mewah atau full-size sedan.

Walau menyadari elektrifikasi adalah masa depan industri otomotif, Audi belum yakin benar ada permintaan besar-besaran dari pasar global terhadap mobil listrik dalam waktu 20-an tahun ke depan. Maka mesin hybrid dan plug-in hybrid akan tetap Audi tawarkan di setiap varian produknya. Harapannya pangsa pasar menjadi tidak terlalu sempit.

"Tapi jika harus memilih satu, pilihan saya adalah battery electric vehicle," tambah Winkelmann.



Beberapa tahun lalu Audi memperkenalkan versi mesin listrik supercar suksesnya R8. Kegiatan promosi R8 E-Tron memang tidak segencar R8, tetapi sempat menjadi bintang dalam film Iron Man sebagai tunggangan sehari-hari trilyuner Tony Stark yang diperankan Robert Downey Jr.

Mungkin karena harga yang ditawarkan sangat tinggi, pemesannya pun sedikit. Lagi pula Audi hanya memasarkannya di beberapa negara Eropa, tidak termasuk Amerika yang saat ini merupakan pasar terbesar sportcar listrik seperti peruntungan Tesla.

 


(LHE)