Industri Otomotif

Mengenal Penemu Mesin Diesel

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 25 Sep 2017 16:14 WIB
industri otomotif
Mengenal Penemu Mesin Diesel
Teknologi mesin diesel dikembangkan oleh seorang insinyur Jerman, Rudolf Christian Karl Diesel. Indiandrives

Metrotvnews.com: Motor diesel kita kenal dengan mesin yang pembakarannya menggunakan panas kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin gas. Namun tahukah Anda siapa penemu dan pencipta mesin diesel pertama kali?.

Teknologi ini dikembangkan oleh seorang insinyur Jerman, Rudolf Christian Karl Diesel. Ia lahir pada 1858 di Paris, Perancis. Pada 1870 warga Jerman diminta untuk meninggalkan Perancis karena Perang Perancis-Rusia. Diesel dan keluarganya dikirim ke London dan dipaksa hidup sebagai pengungsi.

Diesel bisa kembali ke Jerman tak lama setelah itu, dan Ia tinggal bersama pamannya di Augsburg. Beruntung bagi Diesel (dan dunia otomotif), Ia dilatih sebagai insinyur mesin di Munich Polytechnikum, dan lulus dengan hasil terbaik mempelajari thermodynamics di Carl von Linde.

Karyanya dengan thermodynamics membuatnya terinspirasi untuk mencoba membuat desain mesin holy grail, mesin yang efisien dan cocok dengan siklus Carnot. Setelah lulus pada tahun 1880, Ia pindah ke Paris untuk bekerja sebagai insinyur pendinginan untuk Linde.

Dengan semangat dan motivasinya Ia mengembangkan sebuah mesin yang akan memberikan kekuatan untuk usaha kecil dan industri. Teknologi mesinnya pertama kali diuji pada Agustus 1893. Sebuah single-silinder dengan stroke 16 inci membuktikan bahwa teknologi itu layak.

Penyempurnaan terus dilakukan, membuatnya menerima paten untuk sebuah internal combustion engine di 1892, yang dituangkan dalam sebuah karya "Theorie und Konstruktion Eines rationellen Wäremotors" (Theory and Construction of a Rational Heat Motor).

Mesin yang diujinya mampu membuktikan efisiensi teoritis yang signifikan, yang menghasilkan tenaga 25 daya kuda, empat-stroke, mesin silinder tunggal dan diproduksi pada 1897. Mesin ini mampu menunjukkan efisiensi 26,2 persen di bawah beban selama pengujian.  Sebelumnya ,pengujian pernah dilakukan oleh mesin uap, dan hanya menunjukkan efisiensi 10 persen.

Keberhasilan mesin tersebut menbuatnya menjadi jutawan, Adolphus Busch (co-pendiri Anheuser-Busch) membayar senilai USD1 juta untuk membawa lisensi teknologi mesin ini ke Amerika. Selama dekade pertama abad ke-20, Diesel terus kuliah meskipun ia mengalami sakit.

Keterlibatannya dalam pengembangan mesin menurun dan ia mendapat keras karena terlibat dalam pengembangan dan pemasaran mesin Diesel yang gagal di Augsburg. Kritik ini tampaknya memaksa Diesel untuk berpergian. Saat bepergian di Antwerpen Harwich steamship Dresden pada September 1913, Diesel dikabarkan jatuh dari dek. 

Menurut sebuah artikel di London, Inggris, sebuah kapal Belanda menemukan tubuh dan itu diidentifikasi sebagai Diesel. Banyak yang berspekulasi bahwa kematiannya akibat bunuh diri, namun penyebab jatuhnya tidak diketahui hingga sampai saat ini.

Paten Diesel telah dilakukan sejak 1892 yang berarti bahwa para desainer mampu untuk terus mengembangkan teknologi mesin diesel sesaat sebelum ia menghilang. Gaya mesin ini terus dikembangkan bersama mesin bertenaga bensin di abad ke-20, dan telah menjadi bagian penting dari lanskap otomotif sampai hari ini. Nama diberikan Diesel sebagai penghormatan untuk membawa teknologi mesin ini tetap hidup.


(UDA)