Asuransi Kendaraan

Kesadaran Berasuransi, Lebih Banyak dari Kredit Kendaraan

Ahmad Garuda    •    Rabu, 21 Nov 2018 17:37 WIB
industri otomotifasuransi kendaraan
Kesadaran Berasuransi, Lebih Banyak dari Kredit Kendaraan
Biasanya orang yang membeli mobil secara tunai, malas berasuransi, namun saat terjadi masalah seperti ini, asuransi sangat dibutuhkan. MI/Ramdhani

Jakarta: Kesadaran melakukan asuransi terhadap diri sendiri di Indonesia, terbilang masih sangat kecil. Bahkan untuk sektor otomotif pun demikian adanya. Namun karena kebanyakan masyarakat di Indonesia membeli kendaraan dengan cara kredit, maka secara otomatis mereka ikut proses asuransi kendaraan.

Hal ini juga diungkapkan langsung Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Astra, Rudy Chen saat mengobrol dengan medcom.id beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa kesadaran berasuransi masyarakat kita belum tinggi. Kebanyakan mereka yang berasuransi setelah melihat ada kejadian seperti nabrak atau kendaraan mereka tergores.

"Kesadaran berasuransi memang sudah mulai membaik di Indonesia, tapi tetap masih kurang tinggi. Mengapa itu terjadi, karena asuransi itu kan bekerja setelah terjadi sesuatu yang dijamin oleh asuransi. Kalau di kendaraan misalnya bodi mobil tergores atau penyok dan lain-lain. Kalau sudah pernah mengalami, biasanya mereka akan mulai mempertimbangkan untuk membeli asuransi," ujar Rudy.

Hal ini pula yang menjadi pemicu peningkatan belanja asuransi tidak besar. Permintaan lebih cenderung naik justru ketika di tahun tersebut banyak kendaraan baru yang diluncurkan. Kemudian banyak pula permintaan pembelian kendaraan secara kredit.

Permasalahan baru yang tumbuh bagi perusahaan asuransi nasional maupun multinasional, karena sekarang sudah banyak asuransi yang menyediakan program dan paket yang sama. Sehingga pilihan berasuransi sudah mulai sangat banyak, bahkan untuk asuransi kendaraan.

"Kita tak lagi bisa bermain-main dengan premi dan polis karena semua sudah diatur dengan undang-undang. Bahkan dipantau langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tapi soal layanan aftersales seperti memperbanyak mitra bengkel berkualitas hingga penambahan layanan yang bisa dicover, menjadi hal yang bisa dimainkan."

Tak heran jika banyak dari perusahaan asuransi di Indonesia memberikan ragam layanan yang memang dibutuhkan masyarakat. Terutama di saat-saat genting.


(UDA)