Mobil Fuel Cell

Mobil Fuel Cell Diminati, Jepang Ambisius Bangun Stasiun Hidrogen

Ahmad Garuda    •    Rabu, 13 Dec 2017 19:47 WIB
industri otomotif
Mobil Fuel Cell Diminati, Jepang Ambisius Bangun Stasiun Hidrogen
Jepang ingin perbanyak stasiun pengisian bahan bakar hidrogen. Japantimes.co.jp

Jepang: Perkembangan mobil berbahan bakar air atau hidrogen di Jepang, terbilang cukup sukses meski kampanyenya tak sebesar kendaraan listrik. Namun terbatasnya stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di sana, justru menjadi halangan terbesar.

Hal inilah yang coba dipecahkan oleh brand-brand otomotif yang memproduksi mobil hidrogen. Dari keterangan yang dirilis AFP, bahwa brand otomotif di negara tersebut sedang melaklukan konsolidasi sesama produsen mobil fuel cell. Mereka ingin memperbanyak sarana pendukung seperti stasiun bahan bakar hidrogen.

Hingga saat ini, terhitung sebanyak 2.200 mobil berbahan bakar hidrogen atau mobil fuel cell tersebar di jalanan Jepang. Sayangnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar hidrogen tidak berbanding lurus. Saat ini hanya tersedia 91 titik stasiun pengisian BBH di seluruh Jepang. Tak heran, jika produsen mobil jenis itu juga mengeluh, dan tak bisa melakukan percepatan produksi.

11 brand usaha otomotif dan perusahaan energi pun mulai membentuk asosiasi khusus untuk mempercepat penyebaran BBH. tak terkecuali Toyota, Nissan, Honda hingga perusahaan gas asal Prancis pun ikut bergabung di dalamnya.

Mereka merencanakan membangun sebanyak 80 stasiun BBH dalam empat tahun pertama programnya, dimulai saat ini. Ini sudah sesuai dengan target pemerintah Jepang untuk memacu pertumbuhan mobil fuel cell. Tahun lalu mereka menargetkan pembangunan 160 stasiun  BBH dan 40 ribu unit mobil fuel cell tersebar hingga Maret 2021. Sementara untuk target 2018, akan ada 9 stasiun BBH dibangun di seluruh Jepang.

Hal ini menjadi konsen produsen di sana, mengingat mobil berbahan bakar hidrogen masih sangat masuk akal. Mengingat prosesnya yang mirip mobil berbahan bakar minyak. Bedanya mobil ini tak menghasilkan emisi.

Lalu bagaimana dengan mobil murni listrik? mobil berbahan bakar hidrogen tetap dianggap sebagai solusi yang tetap. Karena bahan bakarnya terbarukan, mampu memproduksi listrik dan sistem pengisiannya hanya dilakukan dalam hitungan menit. Sementara untuk mobil murni listrik, dibutuhkan beberapa jam untuk melakukan pengisian baterai.


(UDA)