Keselamatan Berkendara

Mobil Jenis Limusin Tak Aman?

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 09 Oct 2018 07:28 WIB
lalu lintas
Mobil Jenis Limusin Tak Aman?
Limusin Ford Excursion 2001 alami kecelakaan dan tewaskan 20 orang. Carscoops

New York: Sebuah limusin membawa rombongan pesta yang merayakan ulang tahun mengalami kecelakaan, sekitar 38 mil (61 km) barat di Rute 30, Albany, Amerika Serikat, Sabtu (6/10/2018). Akibat kecelakaan tersebut 20 orang tewas di tempat kejadian. 

Kejadian berawal ketika limusin Ford Excursion 2001 yang membawa rombongan tersebut hendak menuju tempat pembuatan bir. Menurut Kepolisian Negara Bagian New York, limusin Excursion itu melaju dengan kecepatan 96 km per jam di persimpangan, dan menabarak Toyota Highlander 2015 yang terparkir.

Setelah menghantam Highlander, limusin tersebut menabrak dua pejalan kaki yang berada di dekatnya, di depan Apple Store. Nahas semua penumpang yang beraada di limusin tewas, termasuk pengemudi. 

Hingga saat ini penyelidikan terus berlangsung. Tim dari National Transportation Safety Board membantu Kepolisian Negara Bagian New York untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. 

Sementara para pejabat terus menyelidiki apa yang terjadi, NBC News melaporkan bahwa Gubernur New York, Andrew Cuomo telah mengungkapkan, Ford Excursion gagal melakukan inspeksi kendaraan bulan lalu. 

Kendaraan itu dilaporkan dimiliki oleh Prestige Limousine dan Cuomo mengatakan sopir Excursion tidak memiliki surat izin mengemudi komersial dengan dukungan penumpang. 

Tidak mengherankan, kecelakaan itu menimbulkan pertanyaan tentang keamanan limusin dan seberapa baik perusahaan pembuatnya merawatnya. Sayangnya, konsumen seringkali sulit menemukan detail keamanan selain dari ulasan online yang biasa.

Menurut media lokal keamanan pada limusin telah mendapat kecaman, karena dinilai tidak seaman kendaraan penumpang pada umumnya. The New York Times berbicara dengan Raul Arbelaez dari Insurance Institute for Highway Safety. 

Menurut Arbelaez, limusin pada dasarnya adalah versi peregangan dari kendaraan penumpang normal, itu berarti penumpang tidak selalu duduk di dekat pilar yang menawarkan perlindungan yang meningkat jika terjadi kecelakaan. 

Masalahnya tidak berhenti di situ karena menurut Arbelaez persyaratan keselamatan tidak ketat terhadap limusin, seperti halnya dengan mobil tradisional. Khususnya, Ia mencatat bahwa mobil jenis ini tidak perlu memiliki kantung udara samping tirai. Selain itu, limusin yang dibangun oleh produsen independen tidak melalui pengujian, dan tidak jarang penumpang malah tidak menggunakan sabuk pengaman. 


(UDA)