Keselamatan Lalu Lintas

Mobil dan Motor Wajib Utamakan Hak Pejalan Kaki

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 25 Aug 2017 11:09 WIB
lalu lintas
Mobil dan Motor Wajib Utamakan Hak Pejalan Kaki
Keselamatan pejalan kaki menjadi tanggung jawab bersama. Dok.MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ribuan pengendara terjaring razia penegakan hukum kendaraan sepeda motor yang melintasi trotoar Ibu Kota. Penindakan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum khusus pejalan kaki.

"Pelanggaran lawan arus dan pedestrian trotoar, selama lima hari sebanyak 5.644 kendaraan yang ditindak," kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto melalui keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.

Istilah pejalan kaki ditujukan untuk tiap orang yang menggunakan badan jalan dengan berjalan kaki, atau dengan kata lain adalah orang yang menggunakan jalan selain pengendara sepeda dan kendaraan bermotor.

Termasuk untuk orang yang berjalan, berlari, jogging, bermain skateboard, pengguna kursi roda, manula, orang yang memapah sepeda juga masuk ke dalamnya.

Aksi berbaring di trotoar demi mengembalikan fungsi pedestarian. Foto: Metro TV


Sementara, pengemudi kendaraan bermotor terutama mobil merupakan pengemudi yang aman dan terlindung oleh badan mobil, sedangkan pejalan kaki hanya melindungi diri dengan pakaian mereka.

Penggolongan dan pentingnya menjaga keselamatan pejalan kaki ini tertuang dalam Peraturan Kapolri (Perkap) 09 Tahun 2012 Pasal 55, yang juga terdapat dalam buku pencerahan bagi peserta ujian SIM.

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan atau pesepeda, dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000. Langkah ini diharapkan sebagai proses edukasi, pencerahan, pembelajaran yang pada akhirnya akan terbangun sikap disiplin dan budaya tertib berlalu lintas."

Ketika menjadi korban kecelakaan biasanya pejalan kaki menjadi korban paling parah, bahkan bisa berujung kepada kematian. Sebagai pengemudi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindungi mereka.


(UDA)