Mobil Baru

Regulasi Emisi Belum Mumpuni, Mazda Belum Mau Impor CX-8

Ekawan Raharja    •    Kamis, 21 Sep 2017 13:31 WIB
mazda
Regulasi Emisi Belum Mumpuni, Mazda Belum Mau Impor CX-8
Mazda CX-8 saat ini baru diperkenalkan untuk pasar Jepang. Mazda

Metrotvnews.com, Surabaya: Mazda baru saja meluncurkan model sport utility vehicle (SUV) terbarunya yakni CX-8. Tetapi bagi yang tertarik dengan mobil ini harus gigit jari karena jatah untuk pasar nasional masih sangat lama untuk sampai di Indonesia. Ini terkait standar emisi gas buang yang tinggi dan membutuhkan bahan bakar dengan spesifikasi tinggi pula.

Direktur Sales, Marketing, & Public Relation PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, menjelaskan mereka belum memiliki rencana apa pun terhadap CX-8. Bahkan mereka mengklaim pasar ASEAN masih butuh waktu unntuk mendapatkan jatah mobil berkapasitas tujuh penumpang tersebut.

"Belum dapat jadwal pastinya, paling tidak tahun depan pun masih belum akan datang," ujar Ricky saat ditemui di GIIAS Surabaya 2017.

Pria yang ramah terhadap awak media ini juga berujar salah satu alasan mengapa CX-8 masih lama masuk karena terkait mesin diesel yang digunakan. Perlu diingat bahwa Mazda Indonesia belum sama sekali memasukan varian dengan mesin diesel karena standar emisi gas buang di Indonesia yang masih EURO 2.

Mazda menawarkan CX-8 hanya dengan pilihan mesin 2.200 cc SkyActiv-D turbodiesel bertenaga 188 daya kuda dan torsi 450 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui gearbox 6-percepatan SkyActiv otomatis ke roda depan atau kesemua roda berkat i-Activ AWD System.

"Kita masih semetara waktu masih fokus di mesin bensin," tambahnya.

Selain itu Ricky juga menjelaskan bahwa saat ini mereka masih berfokus untuk memasarkan model-model yang sudah ada, mulai dari Mazda2, CX-3, CX-5, Mazda6, dan Biante. Bahkan mereka secara serius terus memperkenalkan lini produk merek melalui GIIAS Surabaya 2017 kepada masyarakat Jawa Timur.

"Jawa Timur, khususnya Surabaya, memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi total penjualan Mazda di Indonesia. Dari Januari hingga Agustus ini, Jawa Timur menyumbang 7,8 persen total penjualan Mazda di Indonesia," tukas Ricky.


(UDA)