Mobil Listrik

Tim UASC UII Siap Berlaga di Formula Mobil Listrik

Ekawan Raharja    •    Senin, 21 Aug 2017 14:05 WIB
mobil listrik
Tim UASC UII Siap Berlaga di Formula Mobil Listrik
UASC UII berencana tampil di Formula Student SAE dengan menggunakan Kaliurang generasi ketiga. UASC UII

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa mahasiswa dari berbagai universitas atau perguruan tinggi berlomba-lomba untuk menciptakan mobil listrik. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang sudah berhasil menembus tingkat internasional untuk perlombaan mobil listrik di kelas mahasiswa.

Salah satu tim yang kini sedang berusaha agar bisa mencapai tingkat internasional adalah Tim Ulil Albab Student Centre Universitas Islam Indonesia (UASC UII). Mereka memiliki mimpi untuk bisa berlaga di ajang internasional sekelas Formula Student SAE.

"Kita akan mengikuti kompetisi Formula Student SAE International yaitu ajang kompetisi tingkat mahasiswa membuat mobil formula bertenaga listrik. Perkembangan saat ini cukup meningkat, kita sudah mulai desain mobilnya, bangun rangka, rakit baterai, dan pencarian sponsor," ucap anggota Tim UASC UII, Fendi Zulfiyanto Hariz, melalui surat elektroniknya kepada Metrotvnews.com pada Senin (21/8/2017).

Formula Student SAE International sengaja dipilih untuk menunjukan kemampuan bahwa mahasiswa Indonesia juga bisa menciptakan mobil listrik. Kemudian tim UASC UII juga bertekat untuk bisa mengibarkan bendara merah putih di ajang internasional.

Tim asal Mahasiswa Yogyakarta ini akan berlaga di Formula Student SAE dengan menggunakan mobil listrik Kaliurang generasi ketiga. Mobil ini merupakan pengembangan selanjutnya dari mobil listrik Kaliurang generasi kedua.

Kaliurang generasi kedua sudah muncul sejak 2015 dan berhasil menjadi juara di berbagai perlombaan. Mereka mampu menjadi yang tercepat di tingkat nasional dengan kecepatan mencapai 65 kilometer per jam hanya bermodalkan motor listrik berdaya 2 kw.

Rencananya Formula Student SAE akan berlangsung di Australia pada akhir 2017. Hingga kini mereka masih terus mengembangkan Kaliurang generasi ketiga serta mencari dana sekitar Rp1,5 miliar untuk menjadi landasan terbang impian mulia mereka.

"Kita sangat terkendala mengenai sponsor, di sisi lain kita juga terkendala terkait pengiriman barang masuk ke indonesia di bea cukai. Padahal September nanti adalah proses registrasi pembayaran pendaftaran Formula Student SAE di Australia," tulis Fendi.


(UDA)