Kaleidoskop Otomotif

Agresifitas 'Si Tiga Berlian' di 2017

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 20 Dec 2017 17:46 WIB
kaleidoskop otomotif
Agresifitas 'Si Tiga Berlian' di 2017
Strategi jangka panjang Mitsubishi Indonesia dengan merakit lokal model barunya. medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Indonesia kebanjiran banyak mobil baru di semester kedua 2017. Salah satu brand yang merilis produknya adalah Mitsubishi, dengan menghadirkan mobil Small MPV yang berbasis XM Concept. Mobil tersebut mengusung nama Expander dan memadukan desain ala SUV.

Terlepas dari itu, yang menarik dibahas dari brand berlogo Tiga Berlian itu adalah rencana jangka panjang sekaligus strategi ke depan mereka yang melokalisasi dua model andalannya, yakni Mitsubishi All New Pajero Sport dan Expander. 

Pabrik yang terletak di Cikarang, Jawa Barat itu pun menjadi basis produksi All New Pajero Sport dan Expander. Banyak spekulasi bermunculan ketika mobil yang dirakit lokal punya harga jual yang lebih murah, ternyata tidak, alasannya karena rakitan lokal punya kualitas yang lebih baik serta adanya penambahan fitur pada model baru. 

Contohnya adalah Pajero Sport Dakar 4x2 Ultimate, varian terbaru Pajero Sport. Mobil ini merupakan varian teratas yang dirakit lokal di pabrik baru Mitsubishi di Cikarang, Jawa Barat. Hadir dengan status tersebut, Pajero Sport Dakar 4x2 Ultimate hadir dengan tujuh fitur unggulan. Inilah yang membuat harga jualnya terpaut Rp44 juta dengan varian Pajero Sport Dakar 4x2 standar.

Beralih ke Xpander, model yang melakukan debut dunianya Agustus lalu, merupakan MPV andalan Mitsubishi yang diklaim dikembangkan berdasarkan masukan dari konsumen Low MPV. Yang menarik, mobil yang punya dimensi panjang 4.475 mm,  lebar 1.750 mm, tinggi 1.700 mm, juga lahir di pabrikan lokal, dan hadir dalam enam varian, yaitu  GLX M/T, GLS M/T, Exceed M/T, Exceed A/T, Sport A/T, dan Ultimate.

Apa yang dilakukan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) itu adalah salah satu gambaran dari industri otomotif nasional di 2017, yang juga telah dilakukan beberapa brand lain di tahun-tahun sebelumnya.

Mereka berharap, kedepannya Mitsubishi dan brand lainnya tidak hanya merakit kendaraan, namun komponen-komponennya juga bisa diproduksi di Indonesia. Hal ini tentu akan berimbas positif pada industri komponen dalam negeri.


(UDA)