Industri Otomotif

10 Tahun Lexus Indonesia, Jualan Bukan Tujuan Utama

Ekawan Raharja    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:18 WIB
lexus
10 Tahun Lexus Indonesia, Jualan Bukan Tujuan Utama
Lexus Indonesia tak pasang target penjualan sebagai tujuan eksistensi di pasar nasional. Lexus

Jakarta: Lexus Indonesia kini sudah berusia 10 tahun meramaikan pasar otomotif tanah air. Namun mereka memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan merek-merek otomotif yang lain.

General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja, mengklaim eksistensi Lexus di Indonesia bukan untuk berjualan. Dia menilai eksistensi Lexus harus bisa menginspirasi merek lain dan juga pasar otomotif di tanah air.

"10 tahun harapannya kita terus menjadi merek yang menginspirasi. Merek yang bisa memberikan inspirasi buat industri otomotif global dan lokal," ujar Adrian Selasa (5/12/2017) di The Hermitage Jakarta.

Adrian bahkan berujar kalau urusan jualan hal yang mudah. Indikator penjualan bisa ditentu dan dicapai dengan membuat program penjualan yang menarik.

"Tapi kalau menjadi merek yang bisa mengispirasi merek lain itu mesti dimulai dari satu budaya dulu, nilai budaya di internal mesti dibangun dan mengakar kuat. Kalau membicarakan itu berarti membahas perilaku SDM-nya, nilainya, jadi kita harus mencuci otaknya dengan baik."

"Karena program marketing bisa berganti-ganti gaya, zaman sekarang saja beda dengan zaman dahulu. Tapi rasanya budaya itu nilai universal dan itu yang kita bangun," sambungnya.

Meski pun bos Lexus itu mengakui bahwa strateginya tidak langsung menyasar kepada penjualan. Namun efek terhadap penjualan tetap terasa.

Menurut data Gaikindo per Oktober 2017, Lexus sudah menjual 1.166 unit. Angka ini saja sudah mengungguli torehan sepanjang 2016 yang hanya 1.040.


(UDA)