Safety Driving

Pengusaha dan Supir Truk Diharapkan Lebih Tertib Berlalu Lintas

Ekawan Raharja    •    Senin, 13 Mar 2017 15:45 WIB
safety driving
Pengusaha dan Supir Truk Diharapkan Lebih Tertib Berlalu Lintas
Program ini adalah bagian dari rencana umum keselamatan berkendara nasional. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak supir truk yang di cap tidak tertib berlalu lintas. Persepsi ini coba diubah dengan diluncurkannya program Truk Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.  Program ini adalah hasil kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia (Apterindo), sebagai program keselamatan untuk pengendara truk.

Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari rencana umum keselamatan berkendara nasional. Melalui 5 pilar keselamatan berkendara, dimana pilar ketiga adalah kendaraan berkeselamatan.

Pudji menambahkan kendaraan berkeselamatan memiliki arti kendaraan harus laik jalan. Dalam Hal ini adalah tanggung jawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perhubungan Darat.

"Tujuan program Truk Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas adalah keselamatan dan kesejahteraan bangsa indonesia. Mari sama-sama untuk memperbaiki kualitas keselamatan berkendara," ujar Pudji kepada Metrotvnews.com, di Jakarta International Container Terminal Tanjung Priok Jakarta, Senin (13/3/2017) .

Pudji menegaskan bahwa kendaraan layak jalan ditetapkan melalui KIR. Dan kini kualitas Kir, jembatan timbang, dan terminal tipe A sudah ada di bawah wewenang Dirjen Perhubungan Darat. "Saat ini sedang kita perbaiki kualitas dan konsolidasi uji timbang di seluruh Indonesia. Nanti akan ada 9 jembatan timbang yang akan menjadi pilot project," tambah Pudji.

Ketua Umum Apterindo, Gemilang Tarigan, menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Darat. Sehingga nantinya uji KIR dapat seragam di seluruh Indonesia. "Tonase di setiap daerah berbeda-beda, tentu perlakuannya akan berbeda-beda. Sehingga jika tonase diseragamkan akan lebih mempermudah," jelas Gemilang dikesempatan yang sama.

Selain itu, di acara ini Apterindo memberikan tanda pengenal untuk seluruh truk yang dimiliki para pengusaha truk.  Nantinya, tanda pengenal ini bakal digunakan sebagai tanda untuk memantau lalu lalang truk di wilayah pelabuhan.

"Nanti dengan barcode ini, truk dapat dipantau kapan keluar masuk pelabuhan. Sehingga pengusaha dapat memonitor lokasi truknya," tambah Gemilang.

Keselamatan berlalu lintas ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan begitu pengusaha dan juga pengemudi truk diharapkan lebih tertib berlalu lintas, sehingga dapat meningkatkan keselamatan berlalu lintas bersama.

 


(GUS)