Mobil Listrik

'Tanpa SPLU', BMW Siap Main Mobil Listrik

Ahmad Garuda    •    Senin, 04 Dec 2017 17:00 WIB
mobil listrikbmw
'Tanpa SPLU', BMW Siap Main Mobil Listrik
Sistem pengecasan baterai dari BMW yang menggunakan i-charging wall box, yang disertakan dalam setiap pembelian unit i8. MTVN/Ekawan Raharja

Bandung: Era mobil listrik sudah dimulai. Beberapa pabrikan sudah menyodorkan mobil listriknya kepada pemerintah untuk melalui proses pengetesan dan ragam pengujian untuk pasar nasional. Namun BMW sudah siap membawa bermain mobil listrik di pasar nasional, meski tanpa stasiun penyedia listrik umum (SPLU).

Bukan berarti BMW siap bermain sendiri di segmen ini, mereka justru menyambut positif era mobil listrik yang regulasi resminya bakal dibahas secara komprehensif. Tapi untuk berharap dengan adanya SPLU mobil listrik bisa segera terwujudkan, bukan hanya itu kunci utamanya.

"Sebenarnya untuk mengatakan bahwa SPLU adalah kunci utama mobil listrik di Indonesia, rasanya bukan hanya itu faktornya. Tapi ada hal-hal yang seharusnya segera diberlakukan. Misalnya tempat parkir khusus untuk mobil listrik yang terdapat konektor pengisian baterai seperti di mall. Itu justru akan sangat membantu mempercepat bagi mereka yang ingin memiliki mobil listrik," ujar Vice President of Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania.

Stasiun penyedia listrik umum bukan jaminan kesuksesan kendaraan listrik di Indonesia. Antara Foto/Mohamad Hamzah

Pernyataan Jodie ini dibenarkan oleh Training Manager BMW Group Indonesia, Arifin Makaminan. Menurutnya, kunci keberhasilan mobil listrik di Indonesia, dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari faktor adaptasi pengguna, kesiapan infrastruktur hingga regulasi yang mendukung.

"Terpenting adalah teknologi pendukung sistem mobil listrik itu sendiri. Misalnya kalo di BMW itu kami punya BMW i-Charging Station wall box yang sudah dilengkapi dengan konverter khusus selain di mobil. Sistem pengisian baterai ini sudah bisa digunakan untuk di rumah. Tinggal melakukan edukasi yang benar terhadap penggunanya, ya sama saja dengan menggunakan gadget seperti HP," jelas Arifin.

Tentang daya jangkau perjalanan mobil listrik dari BMW seperti i3, pun terbilang cukup jauh, lanjut Arifin. Bisa dibayangkan, untuk sekali pengecasan penuh dalam mode comfort, mobil ini bisa menempuh perjalanan sejauh 130 sampai 160 km. Sementara untuk mode energy saving, bisa sampai 200 km.

BMW i8 yang dipasarkan di Indonesia, menggunakan teknologi plug-in hybrid. MTVN/Ekawan Raharja

Sehingga bisa dibayangkan saat mengendarai mobil ini sehari-hari untuk wilayah perkotaan, rasanya masih bisa digunakan sekitar dua hari dalam sekali pengisian baterai.

Jodie melanjutkan bahwa kalau SPLU pun sudah ada, pemilik mobil pribadi juga mungkin tak akan mau menunggu proses pengecasan hingga dua jam. Berbeda dengan bahan bakar minyak yang pengisiannya hanya beberapa menit. Nah ini yang harus dipikirkan juga.


(UDA)