Lalu Lintas

Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia Layaknya Genosida

Ekawan Raharja    •    Kamis, 13 Oct 2016 11:29 WIB
kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia Layaknya Genosida
Kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh kedua setelah pena\yakit strike di Indonesia. MI/Amiruddin Abdullah

Metrotvnews.com, Jakarta: Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia terbilang sangat tinggi. Bahkan kecelakaan lalu lintas menjadi penyumbang kedua terbanyak, penyebab kematian di Indonesia.

Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek, menyebutkan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian terbesar kedua di Indonesia pada 2015. "2015 justru stroke dan kecelakaan lalu lintas yang menjadi penyebab kematian terbesar."

Bahkan Kasubag Audit Keamanan Keselamatan Koprs Lalu Lintas (Korlantas) Polisi Republik Indonesia (Polri), AKBP Heri Purwanto, membeberkan setiap satu jam terdapat 3-4 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Jika dihitung dalam sehari, maka sekitar 70-80 orang meninggal.

Tingginya angka kematian akibat tingginya kecelakaan lalu lintas mengundang komentar Chief Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Dia menyebutkan kondisi lalu lintas di Indonesia sangat berbahaya dan mengerikan.

Pria yang sudah menggeluti dunia safety driving sejak 1984 tersebut bahkan berpendapat angka kematian di Indonesia akibat kecelakaan lalu lintas bisa mencapai 6-9 orang per jam. Jusri berpendapat masih banyaknya korban kecelakaan yang tidak tercatat oleh kepolisian sehingga ada korban meninggal yang terlewat.

"Kalau ada kecelakaan, kemudian korban dibawa ke rumah sakit oleh masyarakat atau orang lain maka dihitung sebagai kejadian kecelakaan. Namun ketika korban tersebut meninggal beberapa hari kemudian, maka belum tentu korban tersebut tercatat oleh kepolisian," ujar Jusri saat dihubungi Rabu (12/10/2016).

Sebagai gambaran di 2015 tercatat hampir 27 ribu orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, menurut data Korlantas Polri pengguna sepeda motor jadi penyumbang terbesar. Namun angka ini terbilang menurun, karena di 2014, korban meninggal akibat lalu lintas hampir 29 ribu.

Kemudian Jusri menambahkan bahwa di 2011, pemerintah Australia juga merilis data angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 60 ribu orang. Tentu saja angka ini terbilang sangat besar dan menunjukan betapa bahayanya lalu lintas di Indonesia.

"Kita berbicara kerugian ekonomi akibat kecelakaan, pada 2015 tercatat kerugian negara akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp230 triliun. Angka ini di bawah ilegal fishing yang menjadi urutan pertama dengan nilai kerugian Rp240 triliun," beber Jusri.

Pria yang gemar menaiki motor gede ini berharap pemerintah, khususnya presiden, segera mengambil tindakan khusus untuk menangani lalu lintas di Indonesia.

"Pemerintah harus mengambil sikap dengan perlakukan penanganan kejadian lainnya. Narkoba ada BNN, Korupsi ada KPK, maka masalah lalu lintas juga harus ada badan khusus yang menanganinya. Liat angka tadi, ini sudah seperti genosida," tegas Jusri.


(UDA)