Pembinaan Pembalap

Regenerasi Drifter Nasional Terhambat Sponsorship

Ahmad Garuda    •    Kamis, 02 Nov 2017 19:10 WIB
driftdrifting
Regenerasi Drifter Nasional Terhambat Sponsorship
Pembibitan drifter muda nasional terhalang minimnya sponsorship. ImportTuner

Metrotvnews.com, Jakarta: Ajang balap drifter, memang tidak pernah konsisten di Indonesia. Mengingat olahraga ini butuh spek mobil yang lumayan besar, dan zona/lintasan aspal yang cukup luas.

Tapi masalah paling utama adalah ketika seorang drifter pemula ingin terjun serius ke ajang ini, dukungan sponsorship tak mengalir seperti layaknya ajang balap lain. Hal ini diakui langsung oleh drifter nasional senior seperti Emanuel Adwitya Amandio dan Dika CH.

Dalam sesi khusus jumpa pers Intersport World Stage di Hotel Morissey, Jakarta pada Kamis (2/11/2017), keduanya mengakui bahwa regenerasi adalah hal yang sulit di ajang drift. Lantaran butuh budget yang besar untuk membangun sebuah mobil drift dan tidak semua mampu mengikuti itu.

Emanuel Adwitya Amandio dan Dika CH kini jadi wakil Indonesia untuk menantang drifter dunia.

"Kami sudah melakukan pembinaan di beberapa daerah atau kota kabupaten. Meski banyak talenta yang kami temukan di daerah-daerah ini, tapi untuk melanjutkan ke tahap yang lebih intens seperti pelatihan dan lain sebagainya, agak sulit. Itu semua karena keterbatasan sponsorship," klaim Dika.

Sepakat dengan apa yang diungkapkan Dika, Amandio malah memilih untuk terus membuat pembuktian, kendati kadang sulit kalau bicara tentang sponsorship.

"Ya memang tidak mudah, apalagi bagi drifter-drifter muda yang baru ingin merintis karirnya. Kalau saya lebih memilih konsisten ikutan di ajang drift dunia, selain bisa menambah pengalaman bertarung dengan para drifter dunia, juga sebagai ajang pembuktian skill. Sekaligus juga nilai tawar kepada sponsorship," ujar Amandio.

Bukan hanya terhadap drifternya saja, tapi juga terhadap ajangnya itu sendiri. Mengingat ajang drifting di Indonesia seperti kembang kempis. Formula Drift Asia yang dulu rutin diboyong ke Indonesia, kini tak lagi eksis. Sehingga semakin menyulitkan langkah para drifter muda untuk menapak karir di ajang balap satu ini.


(UDA)