Industri Otomotif

Koalisi Toyota-Tesla Berakhir

M. Bagus Rachmanto    •    Minggu, 04 Jun 2017 05:19 WIB
toyotatesla
Koalisi Toyota-Tesla Berakhir
Toyota membentuk divisi baru yang khusus untuk mengembangkan mobil listrik dan otonom. Bloomberg

Metrotvnews.com: Toyota Motor Corp mengumumkan telah melapas semua saham miliknya di Tesla Motors Inc. Penjualan saham tersebut sekaligus menandai resmi berakhirnya kerjasama antara raksasa otomotif Jepang itu dengan inovator mobil listrik ternama di California.

Kabar penjualan saham tersebut disampaikan juru bicara Toyota, Akiko Kita, kepada Bloomberg, Sabtu (3/6/2017) waktu Amerika Serikat. Berdasarkan catatan Bloomberg, saham Tesla yang dikuasai Toyota sebesar 1,43 persen per Juli 2016.

Sejarah kerjasama Toyota dengan Tesla bermula pada pertengahan 2010. Waktu itu Toyota membeli saham Tesla senilai USD 50 juta. Sebaliknya sebuah pabrik Toyota yang berada di California dibeli oleh Tesla seharga USD 42 juta.

Walau nilainya terhitung kecil untuk ukuran perusahaan multinasional, namun Elon Musk sangat gembira. Tokoh utama di balik Tesla itu menyebut Toyota merupakan perusahaan yang dikaguminya. Maka bermitra dengan perusahaan yang berulang-ulang mencacatkan penjualan terbesar dunia tersebut adalah sebuah sejarah sangat penting dalam perjalanan Tesla.  



Sejak itu keduanya berkerjasama. Hasilnya adalah proyek pengembangan Toyota RAV4 bermesin listrik yang dijual khusus untuk pasar Kanada. Selama tiga tahun ada 2500 unit SUV medium tersebut yang diserap pasar, meski diwarnai dengan recall dan benturan budaya dua perusahaan.

Ketika proses penjualannya selesai pekan lalu, nilai saham Tesla telah meningkat hingga 60 persen dari nilai ketika dibeli Toyota pada Mei 2010. Penjualan saham Tesla bukan berarti Toyota kapok mengembangkan mobil listrik, justru sebaliknya.s

Baca juga: Toyoda Mau Toyota Belajar dari Tesla

Toyota pada November 2016 mengumumkan membentuk unit mobil listrik tersendiri. Sedemikian serius Toyota dalam mempersiapkan mobil listrik yang diyakini akan jadi kebutuhan masa depan, unit baru tersebut dipimpin langsung oleh CEO Toyota Motor Corp Akio Toyoda.

Di dalam peresmiannya Toyoda menegaskan dirinya akan mengubah cara Toyota dalam mengembangkan kendaraan. Belajar dari proyek Prius yang sebenarnya pelopor pasar mobil listrik di AS tapi kemudian kalah oleh Tesla, pria kelahiran 3 Mei 1956 di Nagoya itu mendorong jajarannya berpikir seperti Elon Musk berinovasi membuat produk efisien.

Mobil listrik Toyota yang berdaya tahan tinggi dan harganya terjangkau, Toyoda targetkannya meluncur di pasaran pada 2020. Bersamaan dengan itu seluruh jaringan pasokan suku cadangnya juga harus sudah siap.

 


(LHE)