Komponen Aftermarket

Tiga Pilar Strategi Bos Baru Bosch Indonesia

Ahmad Garuda    •    Jumat, 18 Aug 2017 18:00 WIB
komponen aftermarket
Tiga Pilar Strategi Bos Baru Bosch Indonesia
Bosch perkuat tiga pilar di Indonesia. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, BSD City: Punya serangkaian produk aftermarket otomotif di pasar nasional, menjadi kekuatan utama Bosch di pasar aftermarket Indonesia. Bersama Country Sales Director, Bosch Automotive Aftermarket (BAA), Paulo Duarte, mereka mengembangkan tiga pilar utama untuk produk aftersales di Indonesia.

Sejak bertugas memegang pasar nasional, Ia menilai bahwa strategi pemasaran untuk wilayah Indonesia tidak bisa disamakan dengan strategi pemasaran produk di Filipina (tempat tugas Paulo sebelumnya).

"Indonesia adalah negara yang sangat besar, ragam suku, ragam karakter, berbentuk kepulauan dan yang paling penting, bisnis sektor otomotifnya tumbuh sangat pesat. Baik untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua. Makanya kami sangat konsen menghadirkan tiga pilar utama untuk pengembangan strategi pemasaran Bosch di negara ini," klaim Paulo.

Tiga pilar tersebut adalah parts atau suku cadang, kemudian bytes atau teknologi pendukung servis kendaraan berdasarkan data dan terakhir adalah servis alias layanan purna jual. Semua ini mereka rangkai dalam satu strategi cerdas Bosch untuk pasar nasional.

"Untuk komponen, kami punya rangkaian komponen produk aftermarket otomotif sebanyak lebih dari 500 ribu unit komponen. Mulai dari komponen jeroan mesin, hingga komponen aksesoris dan pendukung. Di Indonesia kami menyediakan ribuan unit komponen yang sifatnya paling banyak dicari atau fast moving. Kalau memang masih kurang, kami bisa mendatangkannya dengan cepat dari negara lain. Paling lama waktu ordernya 5-6 hari."

Totalitas Bosch dalam hal pelayanan komponen di Indonesia, juga mereka buktikan dengan kesiapan untuk menghadirkan komponen yang memang belum ada di jajaran lini produknya. "Kalau memang belum ada dan harus melalui sistem riset dan pengembangan, biasanya paling lama setahun dari awal riset. Itu pun untuk jenis komponen yang sifatnya rumit."

Untuk komponen pendukung data servis, merek asal Jerman ini juga menyatakan kesiapannya. Mengingat tools untuk melakukan analisis data atau diagnosa data di sebuah kendaraan, sudah mereka hadirkan.

Sementara untuk pilar ketiga adalah menghadirkan layanan purna jual seperti servis ringan hingga berat, untuk segala jenis merek mobil. Untuk layanan ini, Bosch menghadirkan mekanik terlatih dengan standar khusus mekanik ala Bosch. Mereka bahkan sudah bekerja sama dengan stop point seperti SPBU Shell untuk memudahkan konsumen melakukan servis kendaraan.


(UDA)