Lalu Lintas

Toyota dan Pemkot Bandung Revitalisasi Taman Lalu Lintas

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 29 Sep 2017 17:00 WIB
lalu lintas
Toyota dan Pemkot Bandung Revitalisasi Taman Lalu Lintas
Revitalisasi Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution. MTVN/M. Bagus Rachmanto

Metrotvnews.com, Bandung: Kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung 70 persen didominasi oleh sepeda motor. Banyak hal yang membuat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pengendara motor. Salah satunya, kata Walikota Bandung, Ridwan Kamil, abainya pengendara terhadap faktor keselamatan berlalu lintas. 

"Untuk menghindari angka kecelakaan terus bertambah, masyarakat harus segera ambil peran menanamkan budaya tertib lalu lintas," kata Emil kepada Metrotvnews.com, di acara peresmian Revitalisasi Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/9/2017).

Menurut Emil, sapaan Ridwan Kamil, proyek revitalisasi Taman Lalu Lintas Bandung ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Toyota Astra Motor, dan Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution sebagai pengelola.  

Tanamkan tertib lalu lintas sejak usia dini

Kata President Director Toyota-Astra Motor Yoshihiro Nakata, keterlibatan Toyota dalam proyek revitalisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program Car for Tree. Pihaknya berharap, Taman Lalu Lintas Bandung dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitarnya.

Dikatakan, proyek revitalisasi yang sudah berjalan sejak setahun lalu ini, Toyota memberikan bantuan senilai Rp 9,2 miliar. Revitalisasi di lahan seluas 3,5 hektar itu mencakup pembuatan tiga zona, yaitu zona pegunungan, zona perkotaan dan zona air. Termasuk membangun tata ruang lalu lintas terpadu.

Revitalisasi taman ini memiliki visi untuk menjadi fasilitas pendidikan dini mengenai tata tertib berlalu lintas, baik secara experimental learning maupun teori. 

Memang, adanya Taman Lalu Lintas bisa mengajarkan tertib lalu lintas sejak usia dini. Namun menanamkan budaya tertib lalu lintas juga harus dimulai dari sendiri, dan perlu dukungan banyak pihak untuk bisa menanamkan kedisiplinan dalam berkendara. 


(UDA)