Industri Otomotif

General Motors Stop Jualan di India dan Afrika Selatan

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 19 May 2017 14:39 WIB
general motors
General Motors Stop Jualan di India dan Afrika Selatan
Pabrik General Motors India. Autoguide general-motors-india-talegaon-plant

Metrotvnews.com: General Motors (GM) telah mengumumkan akan menghentikan penjualan kendaraan di India akhir tahun ini. Bersamaan dengan rencana tersebut, GM juga bakal menghentikan operasinya di Afrika Selatan.

Menurut GM langkah yang diambil oleh perusahaan adalah bagian dari rencana Chairman and Chief Executive Officer of General Motors Company, Mary Barra, untuk efisiensi dan menyasar pasar yang lebih menguntungkan.

Untuk merestrukturisasi operasi di India dan Afrika Selatan dinilai akan menghemat sekitar USD500 juta (sekitar Rp7 triliun), Termasuk membatalkan investasi senilai USD1 juta (sekitar Rp14 triliun), untuk membangun mobil murah di India.

Selain itu, keputusan ini diperkirakan akan menghemat USD100 juta (sekitar Rp14 triliun) per tahun secara global, dimana GM kehilangan sekitar USD800 juta (sekitar Rp11,2 triliun)  tahun lalu. Kedepannya, manufaktur GM di India akan beralih secara eksklusif memproduksi kendaraan untuk diekspor ke Meksiko dan Amerika Selatan.

Salah satu pabrik yang ada di India

Sementara GM Afrika Selatan akan menjual pabrik Struandale dan 30 persen sahamnya dalam usaha patungan Isuzu Truck South Africa, bersamaan dengan jalur distribusi kendaraan dan suku cadang. Chevrolet juga tidak akan tersedia di kedua pasar pada akhir tahun.

"Di India, ekspor kami meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir, dan ini akan tetap menjadi fokus kami ke depan," kata Presiden GM International, Stefan Jacoby.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, GM juga akan mengurangi sekitar 200 orang karyawannya di GM International HQ di Singapura.

Showroom di Johannesburg, masih terlihat aktif untuk berjualan

Langkah ini memungkinkan pembuat mobil Amerika untuk lebih fokus mengembangkan produk dan teknologi untuk pasar di mana perusahaannya kuat, di merika Utara dan China. Yang lebih penting lagi, Barra berharap bisa mengembalikan harga saham GM yang stagnan dan menmbuat investor membatalkan niatnya meminta dividen.


(UDA)