Regulasi Lalu Lintas

Hanya di Australia, Pelat Nomor Bisa Pakai Emoji

Ekawan Raharja    •    Jumat, 22 Feb 2019 10:37 WIB
lalu lintasregulasi otomotif
Hanya di Australia, Pelat Nomor Bisa Pakai Emoji
emoji ini tentu disematkan hanya sebagai hiasan saja alias tidak mempengaruhi nomor kendaaraan. Facebook.com/PersonalisedPlatesQueensland

Queensland: Memesan nomor di pelat kendaraan memang bukan hal yang baru, khususnya jika memesan nomor khusus sesuai dengan permintaan pemilik kendaraan. Hanya saja tentu tidak akan pernah terpikirkan memasukan emoji di pelat nomor kendaraan tersayang.

Khusus untuk di daerah Queensland, Australia, memberlaku kebijakan yang cukup unik per Maret 2018. Salah satu negara bagian di Negeri Kanguru tersebut memperbolehkan pemilik kendaraan memesan nomor khusus di pelat kendaraan dengan memasukan emoji di dalamnya.

Dikutip dari BBC.com, emoji ini tentu disematkan hanya sebagai hiasan saja alias tidak mempengaruhi nomor kendaaraan. Pemilik bisa memasukan beberapa emoji seperti tersenyum, tertawa sambil menggunakan kaca mata, dan berbagai emoji lainnya seperti yang ada di gawai.

Peraturan penggunaan emoji di pelat nomor kendaraan tentu menjadi peraturan pertama yang diterapkan jika membandingkan dengan berbagai negara lainnya. Berbagai pihak juga sudah memberikan masukan mengenai peraturan yang cukup unik tersebut.

Juru bicara Royal Automobile Club of Queensland (RACQ), Rebecca Michael, menjelaskan tidak akan banyak berbeda dengan meletakan stiker logo tim olahraga sport di pelat nomor. Sehingga dia pun menganggap tidak akan ada masalah dengan memasukan emoji ke pelat nomot.

"Sudah lama kita melihat anda mendukung tim olahraga favorit dengan meletakan simbolnya di pelat nomot. Dan menggunakan emoji tidak ada perbedaan," ungkapnya.

Tentu saja untuk memasukan emoji kesukaan di pelat nomor tidak cuma-cuma alias berbayar. Penggunaan emoji akan dikenakan biaya tambahan mulai US$ 70 sampai US$500 atau sekitar Rp 982 ribu sampai Rp7 juta per plat nomor.

Kehadiran emoji di pelat nomor ini juga menarik pro dan kontra dari masyarakat. Ada yang menilai memasukan emoji bisa menjadi hiburan di kala perjalanan, atau bisa juga memancing orang lain untuk berbuat jahat.

"Ini sedikit menyenangkan, jika ini mencerahkan hari seseorang ketika mereka macet di lalu lintas, maka jadilah itu," disadur dari AFP.

"Hal ini membuat banyak orang berpikir tidak rasional, tidak ada yang saya tahu apakah mereka tertarik ketika harganya mahal," disadur dari AFP.


(UDA)