Industri Otomotif

General Motors Bakal Tutup Lima Pabrik di Amerika

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 27 Nov 2018 09:53 WIB
general motorsindustri otomotif
General Motors Bakal Tutup Lima Pabrik di Amerika
Rencana besar efisiensi General Motors. Carscoops

Amerika Serikat: General Motors (GM) telah mengumumkan rencana besarnya untuk menutup lima fasilitas pabriknya yang berada di Amerika Serikat (AS), mulai tahun depan. Kelima pabrik tersebut adalah Pabrik Oshawa di Ontario, Kanada, Detroit-Hamtramck Assembly, Lordstown Assembly, Baltimore Operations, dan Warren Transmission Operations.

Tak hanya itu, GM juga berencana menghentikan operasi dua pabriknya lagi di luar Amerika pada akhir 2019. Yakni pabrik Gunsan di Korea Selatan. Dengan begitu, nantinya GM akan memproduksi kendaraan dengan jumlah pabrik yang lebih sedikit, dan kemungkinan besar berpengaruh terhadap volume kendaraan yang dihasilkan. 

GM mengatakan, saat ini fasilitas Detroit-Hamtramck Assembly memproduksi mobil penumpang seperti Buick LaCrosse, Cadillac CT6, Chevrolet Impala, dan Chevrolet Volt. Sementara fasilitas Lordstown Assembly memproduksi model Chevrolet Cruze.

GM berharap keputusan yang mereka ambil dapat memberikan penghematan sekitar USD6 juta atau sekitar Rp86 miliar pada akhir 2020. Sebanyak USD4,5 juta atau sekitar Rp65 milar penghematan pada biaya produksi, dan USD1,5 juta atau sekitar Rp21 miliar belanja modal yang lebih rendah.

Demi Efisiensi, GM juga bakal melakukan pengurangan jumlah karyawan, baik yang tetap maupun kontrak. Keputusan ini dinilai bisa menghemat pengeluaran untuk gaji karyawan hingga 15 persen, termasuk penghematan gaji staf eksekutif sebesar 25 persen. 

“Tindakan yang kami ambil hari ini melanjutkan transformasi kami agar lebih leluasa, tangguh dan menguntungkan sambil memberi kami fleksibilitas untuk berinvestasi di masa depan,” kata Chairman dan CEO GM, Mary Barra seperti dikutip Carsccops.

Menurut GM, hasil dari efisiensi tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan mobil listrik dan otonom, sehingga jadi dua kali lipat lebih besar. Perusahaan berharap, ke depan lebih dari 75 persen penjualan globalnya mampu dihasilkan dari lima fasilitas pabrik lainnya yang masih tersisa.


(UDA)