Marketplace Otomotif Pesat, Investor Makin Yakin

   •    Selasa, 06 Sep 2016 09:00 WIB
jual beli mobil
<i>Marketplace</i> Otomotif Pesat, Investor Makin Yakin
Bisnis marketplace mulai dilirik investor asing. Printscreen

Metrotvnews.com: Bisnis jual-beli mobil baru atau pun bekas secara online, meningkat cukup pesat. Ragam situs marketplace sebagai destinasi mereka yang ingin membeli mobil/motor baru, pun melakukan pengembangan. Dan ini mulai banyak dilirik oleh investor asing.

Penguatan di sektor kemudahan berinteraksi terutama dalam hal jual beli mobil/motor baru atau pun bekas, adalah hal mutlak yang harus dijaga. Mengingat jika para pencari mobil/motor ini sudah kesulitan dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka online marketplace otomotif tersebut, biasanya dijadikan referensi saja.

Tapi tak mudah juga untuk melakukan pembenahan dari sisi layanan. Mengingat marketplace bisa dikategorikan jadi website bersama. Butuh investor yang benar-benar punya komitmen besar.

“Meningkatkan investasi di teknologi, marketing dan peningkatkan sumberdaya manusia, adalah wajib untuk membuat kualitas sebuah marketplace di segmen otomotif semakin dapat kepercayaan. Ini juga penting untuk menggali potensi untuk beberapa tahun mendatang,” ujar iCar Asia Chief Executive, Hamish Stone.

Melihat potensi market yang sangat besar itulah, banyak investor asing yang mulai tertarik menanamkan modalnya di segmen ini. Tak heran jika perusahaan yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia itu, mulai kedatangan investor baru. Total nilai investasi yang cukup besar mereka terima bahkan mencapai angka AUD22,5 juta atau setara Rp225 miliar.

Pengembangan yang biasanya masih potensial mengacu pada sisi teknis, perlindungan konsumen hingga kemudahan melakukan transaksi. Harusnya penyedia konten marketplace otomotif lokal, mulai melirik strategi ini. Mengingat tak sedikit juga orang yang kena tipu dari jual beli mobil yang tak sesuai dengan spesifikasi.

Beberapa contoh layanan yang sudah dikembangkan iCar Asia lewat produknya Mobil123, lebih berorientasi pada layanan konsumen. Misalnya kontrol inventori yang mereka istilahkan dengan Si Jari, kemudian live chat, hingga customer support.
(UDA)