Industri Otomotif

Sedan Tak Lagi Dikenai Pajak Barang Mewah

Dheri Agriesta    •    Jumat, 21 Jul 2017 19:44 WIB
pajak kendaraanpajak barang mewah
Sedan Tak Lagi Dikenai Pajak Barang Mewah
Mid-size sedan Honda Civic Turbo dalam sebuah pameran otomotif tahun lalu di Serpong, Banten. (lustrasi/MTVN/Luhur)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah membahas perkembangan roadmap otomotif dan penyesuaian beberapa regulasi. Salah satunya gebrakannya mengeluarkan mobil jenis sedan dari deretan daftar yang dikenai Pajak Pertambagan Nilai Barang Mewah.

"Sedan memang dahulu termasuk barang mewah sekarang sudah tidak mewah lagi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat 21 Juli 2017.

Airlangga mengatakan penyesuaian pajak tersebut telah dibicarakan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pemerintah ingin menyamakan pajak untuk sedan yang besarnya125 persen menjadi 50 persen yang dikenakan kepada segmen MPV dan SUV.

Asumsinya bila berkurang besaran pajak, maka nilai jual kepada konsumen juga akan berkurang. Harga yang lebih rendah diharapkan bisa menjadi pendongkrak permintaan segmen sedan. Meningkatnya permintaan pasar akan mendorong industri otomotif menambah kuota produksi sedan.

Namun sasaran sebenarnya bukan pasar negeri yang sedang didominasi SUV, MPV serta LCGC. Pemerintah justru berharap industri otomotif nasional meningkatkan produksi sedan masing-masing untuk pasar eksport yang permintaannya terus meningkat.

Airlangga mengutip data dari Kementerian Perdagangan yang menunjukkan ekspor sedan selama kuartal pertama tahun ini naik 30 persen dari tahun lalu. Artinya di luar negeri pasar sedan cukup bagus dan sangat menjanjikan.

"Kalau ini kita memproduksi sedan, potensi naiknya lebih tinggi lagi," sambungnya.

 


(LHE)