Test Drive

Teknologi Otomotif dan Generasi Z

Ahmad Garuda    •    Selasa, 26 Jun 2018 09:25 WIB
mobil barutest drivebmw
Teknologi Otomotif dan Generasi Z
Generasi Z juga tertarik dengan ragam teknologi dan fitur yang hadir di mobil premium generasi terbaru. Medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Generasi Z saat ini menjadi pusat perhatian semua pihak. Mengingat generasi inilah yang sekarang sedang mengisi lini usia produktif untuk membangun bangsa. Mereka mulai mewarnai dunia kerja dan sangat peka terhadap perkembangan teknologi informasi. Bahkan dalam teknologi otomotif, pun Generasi Z ini menjadi kunci riset industri otomotif saat ini.

Berbicara soal Generasi Z ini, medcom.id berkesempatan menantang dua pemuda yang sekarang namanya sedang naik daun, yaitu Imanuel Putra Pratna dan William Syarisah. Imanuel merupakan pembalap dunia yang saat ini berlaga di ajang World Supersport 300 (21 tahun) dan William adalah finalis Abang None Jakarta 2018 (18 tahun).

William dan Imanuel langsung penasaran dengan fitur-fitur terkini di BMW 520i Luxury Line

Lantaran mereka lahir di zaman perkembangan teknologi yang begitu pesat, tak heran keduanya langsung penasaran dengan fitur-fitur dan teknologi otomotif terkini saat kami kenalkan dengan All New BMW 520i Luxury Line. Seolah tak asing, mereka pun menjajal satu per satu fitur otomotif yang tersedia. Lalu apa pendapat keduanya tentang teknologi dan fitur di mobil seharga Rp1 milliar tersebut? simak ulasannya kami berikut.

Display Key
Sekadar kunci immobilizer hingga keyless ignition, bukan lagi hal baru dalam hal kunci kendaraan atau kunci mobil. BMW pun mengembangkan BMW Display Key dengan ragam fungsi. Menurut Imanuel dan William, fitur terbaru ini sangat sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Fitur layar sentuh yang terintegrasi dengan ragam informasi serta fungsi, memberikan kemudahan Generasi Z ini mengontrol mobil secara keseluruhan.

"Menurutku ini sangat berguna, karena generasi kami ini sangat peduli dengan hal-hal yang namanya prediksi pasti. Misalnya sisa bahan bakar yang ada di tangki, yang akan menjadi basis mereka memutuskan apakah akan membawa mobil ke suatu tempat atau tidak. Kita bisa memeriksa status bahan bakar, memeriksa keamanan pintu jendela dan sebagainya, bahkan untuk menyakan pendingin ruangan sebelum masuk ke kabin."

Menurut mereka, lahirnya teknologi ini pada intinya bisa membuat kebutuhan mereka sesuai dengan zamannya sangat terwadahi.

Tampilan MID ketika mode berkendara disetel ke Eco Pro

Driving Mode:
Di BMW Seri-5, fitur pilihan mode berkendara sudah jadi bawaan. Terdapat tiga mode yaitu mode Eco, Comfort dan Sport. Mode Eco adalah cara berkendara yang lebih mengutamakan efisiensi penggunaan bahan bakar. Kemudian Sport adalah mode berkendara yang mengutamakan performa terbaik dari mobil. Sementara Comfort adalah kombinasi terbaik kedua mode berkendara itu.

"Bagi saya, ini akan sangat membantu mereka yang ingin berkendara yang disesuaikan dengan kondisi jalan. Saya sering berkendara di Eropa, rasanya fitur ini akan sangat berguna terutama di jalan-jalan bebas hambatan. Tapi untuk berkendara di perkotaan, lalu kombinasi jalan-jalan terjal, juga akan sangat terbantu. Mengingat fitur Auto Hold (menahan rem secara otomatis, ketika pedal diinjak lebih dari 3 detik) itu akan sangat membantu," ujar Imanuel yang akrab disapa dengan Elpratna itu.

Tampilan MID ketika mode berkendara disetel ke Comfort

Hal ini diakui oleh William juga menjadi salah satu yang membuat mereka bisa lebih menghemat tenaga dan pikiran agar tidak stres di jalan. "Ya, fitur ini sangat penting bagi kami Generasi Z. Kemudahan teknologi otomotif juga menjadi salah satu hal atau pilihan untuk memutuskan apakah kami ingin berkendara sendiri atau tidak. Kebetulan saya pakai Mercedes-Benz (tua) di rumah, tapi ketika mencoba sensasi BMW Seri-5 ini, memang perkembangan teknologi otomotf saat ini patut diacungi jempol. Mewadahi semua keinginan kami di Generasi Z akan kebutuhan berkendara."

Tampilan MID ketika mode berkendara disetel ke Sport

Keduanya juga menegaskan bahwa perbedaan feeling di driving mode sangat membantu ketika mereka berada dalam kondisi atau situasi yang berbeda. Ketika mencoba sensasi berkendara mode Sport, mesin 1.998 cc benar-benar mampu memberikan sensasi dengan torsi besar hingga 290 Nm. Namun ketika berkendara dengan mode Eco, tampilan Multi Information Display (MID) atau spidometer, membuat pengendara jadi lebih awas untuk berkendara secara ekonomis dan efisien.

Dari hasil pengukuran yang dilakuan langsung oleh BMW dengan metode UN ECE, konsumsi rata-rata penggunaan bahan bakar dengan metode Eco adalah 18,5 km per liter.

Fitur hand gesture adalah satu dari sekian banyak fitur terkini di BMW 520i Luxury Line

Ragam Fitur Andalan Kekinian
Selain teknologi berkendaranya, teknologi dalam hal fitur-fitur di dalam kabin yang memudahkan mereka melakukan ragam hal seperti kontrol suara, lalu hand gesture, hingga pengubahan warna LED kabin mobil, membuat Generasi Z ini bisa lebih mengekspresikan diri.

Tampilan kabin dengan LED light yang lembut, menambah suasana kabin lebih glamour

"Betul-betul dibuat nyaman dan mudah. Ya pada akhirnya kita bisa fokus berkendara tanpa diganggu oleh hal-hal kecil seperti memindahkan track lagu, naik turunkan volume suara, atau bahkan untuk memunculkan fitur navigasi berkendara. Apalagi kita juga dimudahkan dengan menolak telepon yang masuk saat berkendara. Ini semua sangat membantu," klaim keduanya.

Hal lain yang juga membuat keduanya sangat terinspirasi adalah lampu LED kabin yang bisa diubah-ubah warnanya dan disesuaikan dengan kondisi hati. "Lebih nyaman saja, karena membuat kita benar-benar dimanjakan. Terlebih jika kita ingin merasa nyaman selama perjalanan," pungkas William.

Kesimpulan
Perkembangan teknolgi otomotif, memang jadi salah satu hal penting utnuk generasi terkini. Terlebih dalam hal kemudahan-kemudahan yang bisa mereka dapatkan. Dengan teknologi ini, generasi kekinian yang cenderung dimanjakan dengan sistem transportasi massal, pun tetap terpacu untuk berkendara sendiri.

Sayangnya, jika dipadankan dengan harga belinya, mungkin hanya sebagian kecil generasi ini yang mampu masuk dalam target segmentasinya.


(UDA)