Industri Otomotif

Hyundai Gandeng Artha Graha Perkuat Segmen Mobil Komersial

Tami Mauliana    •    Rabu, 13 Dec 2017 14:06 WIB
hyundai
Hyundai Gandeng Artha Graha Perkuat Segmen Mobil Komersial
Hyundai gandeng Artha Graha Group kembangkan bisnis kendaraan komersial di Indonesia. Tami Mauliana

Seoul: Komitmen Hyundai memperkuat lini kendaraan komersialnya di pasar Indonesia, membuat mereka mulai mencari peluang kerja sama yang tepat. Kali ini merek asal Korea itu menerima pinangan Artha Graha Grup (AG Grup) sebagai partner joint venture sekaligus batu loncatan di pasar commercial vehicle (CV) atau kendaraan komersial nasional.

Uniknya, kegiatan yang dilakukan di 12 Desember 2017 di KBRI Seoul itu, berlangsung pada saat suhu ekstrem, minus 10 derajat Celcius.
 
Turut hadir menyaksikan pendandatanganan itu, Kepala BEKRAF, Triawan Munaf, Duta Besar Indonesia, Umar Hadi, Penanggung Jawab Komersial Bisnis Hyundai Motors, Han Seong-kwon, Kepala Divisi Ekspor Hyundai Motors, Lee Inchul, perwakilan dari AG Grup, Iki Wibowo serta beberapa pejabat teras Korsel.

Duta Besar Indonesia, Umar Hadi menyatakan bahwa pembentukan Joint Venture ini meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. Penandatanganan ini merupakan salah satu implementasi dari hubungan kedua bangsa yang semakin akrab.

Dengan dilakukannya Joint Venture, Hyundai Motor berharap bisa  membangun jaringan penjualan dan layanan yang solid serta perakitan dan basis produksi di Indonesia, dimana pasar berkembang dengan pesat, sehingga dapat dengan cepat merespon permintaan pasar.
 
Dalam analisa Hyundai, banyaknya proyek di Indonesia terutama di sektor tambang menjadikan permintaan akan kendaraan komersial semakin meningkat. Diperkirakan, kebutuhan industri kendaraan komersial di Indonesia, yang mencapai 70.000 unit tahun lalu, diperkirakan akan tumbuh menjadi 76.000 unit tahun ini dan melebihi 100.000 unit pada tahun 2020.
 
Selain itu, Joint Venture yang baru dibentuk ini dimaksudkan sebagai basis ekspor strategis untuk negara-negara lain di sekitar Indonesia dan akan memulai eksplorasi pasar baru secara penuh. Untuk itu, Hyundai Motor dan AG Grup akan membentuk perusahaan Joint Venture khusus dalam kendaraan komersial mulai bulan Mei tahun depan.
 
Untuk meminimalkan biaya investasi dan risiko, produksi dilakukan dengan metode produksi setengah jadi (CKD, Complete Knock Down). Mesin dan komponen utama direncanakan diproduksi di pabrik dalam negeri. Melalui pengiriman yang efisien, volume ekspor akan meningkat dan tingkat operasi pabrik perakitan lokal pun akan meningkat.

“Perusahaan serta pabrik perakitan Hyundai Truk dan Bus di tahap awal akan mampu melahirkan Truk XCIENT dan ALL New MIGHTY sebanyak 2.000 unit per tahun. Adalah kebanggan bagi kita bangsa Indonesia untuk bisa bekerja sama dengan Hyundai yang merupakan industri otomotif terbesar ke-5 di dunia. Untuk tahap awal, pabrik ini diperkirakan sekitar 500 tenaga kerja,” kata Iki
Wibowo.

Persiapan yang dilakukan Artha Graha sudah matang. Direncanakan,  lokasi Pabrik Hyundai Commercial Car di Indonesia akan berlokasi di Kawasan Industry Artha Induatrial Hill (AIH) di Karawang Jawa Barat.

Kepala Divisi Ekspor Hyundai Motors Lee Inchul menyatakan bahwa pihak Hyundai Motors akan secara aktif mendukung usaha Joint Venture di Indonesia untuk menjadi jembatan bagi kerjasama ekonomi bilateral. Ia juga menyatakan bahwa pasar Indonesia akan dijadikan sebagai gerbang pembuka untuk kemudian masuk ke negara sekitar.


(UDA)