Kaleidoskop Otomotif Nasional

Jalan Terjal Mazda Sepanjang 2017

Ekawan Raharja    •    Selasa, 26 Dec 2017 17:37 WIB
mazdaindustri otomotif
Jalan Terjal Mazda Sepanjang 2017
Mazda Indonesia merasakan pergantian hak distribusi dari PT MMI ke PT EMI. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Mazda bisa dibilang mengalami tahun yang cukup berat di 2017. Bagaimana tidak, di tahun ayam api ini Mazda harus merasakan kehilangan induk agen pemegang merek (APM) dalam waktu yang cukup singkat.

Hal ini dimulai sejak 14 Oktober 2016, Mazda Motor Indonesia (MMI) menyatakan mundur dari Indonesia. APM Mazda saat ini melalui keterangan resminya berujar bakal melanjutkan estafet pengelolaan Mazda di Indonesia ke PT Eurokars Motor Indonesia (EMI).

"Dengan menggunakan keahlian dan pengalaman yang dimiliki dalam bisnis mobil di Indonesia, Eurokars Grup akan memperkenalkan aktivitas penjualan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan di pasar ini dan mempercepat peningkatan pelayanan pelanggan kami," tulis pernyataan Presiden Direktur PT MMI, Keizo Okue, saat itu melalui keterangan resminya.

Disebutkan juga melalui keterangan resminya saat itu, Mazda merasa pasar kendaraan berpenumpang di Indonesia telah berkembang secara terus-menerus. Selain itu, kondisi pasar di tanah air juga bergerak begitu cepat. Sehingga ada indikasi Mazda kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Padahal di bawah bendera MMI, sudah banyak produk andalan yang ditawarkan Mazda untuk pasar otomotif Indonesia seperti Mazda2, Biante, Mazda6, CX-5, VX-1, RX-8, dan BT-50 Pro.

Pada Februari 2017, PT MMI pun pamit undur diri. Saat itu juga PT EMI bertanggung jawab atas penjualan, pelayanan purna jual, dan suku cadang resmi Mazda.

"Kami merasa terhormat dan bangga karena telah mendapatkan kepercayaan dari Mazda Motor Corporation yang menunjuk kami sebagai agen dan distributor tunggal mobil Mazda. Mengingat Indonesia adalah salah satu pasar Mazda yang penting," ujar Executive Chairman Eurokars Group, Karsono Kwee, melalui keterangan resminya.

"Hubungan kerja kami dengan Mazda Motor Corporation telah berjalan sangat baik dan bermanfaat. Sebagaimana dibuktikan dengan pertumbuhan Mazda di Singapura dan Australia dalam beberapa tahun terakhir."

Ia menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan semua jajaran dealer Mazda untuk menjamin kelangsungan bisnis dan peralihan yang baik.

Kemudian di sepanjang 2017, PT EMI juga menunjukan keseriusannya memperkuat merek asal Jepang tersebut di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui sejumlah produk baru yang ditawarkan seperti CX-3, CX-5, Mazda3, Mazda5, Mazda6 Estate, dan Mazda MX5-RF.

Perjalanan Mazda bersama PT EMI bisa dibilang baru saja di mulai. Lantas bagaimana strategi mereka di 2018?


(UDA)