Forwot Car of The Year 2018

Lima Mobil ini jadi Nominator Mobil Terbaik Forwot 2018

Ekawan Raharja    •    Senin, 17 Sep 2018 13:40 WIB
forwotkegiatan otomotif
Lima Mobil ini jadi Nominator Mobil Terbaik Forwot 2018
FCY 2018 sudah mengumumkan lima nominasi mobil terbaik. Forwot

Jakarta: Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) kembali menggelar penghargaan bergengsi FORWOT Car of the Year (FCY) 2018. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menentukan mobil terbaik yang ada di Indonesia.

Saat ini sudah terpilih lima dari 23 mobil baru yang meluncurkan di periode Agustus 2017 - Juli 2018. Pemilihan 23 mobil ini berdasarkan kriteria mobil yang benar-benar baru atau berstatus All New, bukan facelift atau juga penambahan varian baru.

Pemilihan tahap pertama ini melibatkan anggota FORWOT. Hasilnya mayoritas suara menjatuhkan pilihan lima model yakni DFSK Glory 580, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Toyota Rush, dan Wuling Cortez.

“Pemilihan FORWOT Car of the Year 2018 ada beberapa catatan menarik. Pertama, dua merek asal Tiongkok untuk pertama kalinya masuk dalam daftar finalis. Kedua, lima finalis juga menggambarkan pasar Indonesia yaitu MPV (3 model) dan SUV (2 model). Dan ketiga, jumlah mobil baru yang masuk kategori penilaian turun dari 32 model pada tahun 2017 lalu menjadi hanya 23 model pada tahun ini. Hal tersebut menunjukkan kondisi pasar Indonesia yang masih kurang bergairah,” kata Wakil Ketua Umum FORWOT, Zainal Abidin, melalui keterangan resminya.

Selanjutnya, penjurian FORWOT Car of the Year 2018 akan memasuki tahap menentukan satu mobil terbaik. Pengumuman FORWOT Car of the Year 2018 akan diumumkan pada Jumat (28/9/2018).

“Kami melibatkan partisipasi anggota FORWOT untuk memberikan penilaian, tidak hanya terbatas panel juri. Hal ini diharapkan bisa memberikan penilaian yang lebih beragam dan komprehensif,” kata Ketua Dewan Juri, Raju Febrian.

Proses penjurian mengacu pada Car of the Year dari Car of the Year Committe atau www.caroftheyear.org yang dipakai untuk pemilihan mobil terbaik di Eropa. Hanya saja ada sejumlah penyesuaian dilakukan oleh FORWOT melihat kondisi pasar otomotif di tanah air.


(UDA)