Industri Otomotif

Gairah Tinggi Mobil Listrik di Negeri Tirai Bambu

Ekawan Raharja    •    Rabu, 27 Dec 2017 16:12 WIB
industri otomotif
Gairah Tinggi Mobil Listrik di Negeri Tirai Bambu
Kondisi jalanan di salah satu daerah Shanghai Tiongkok. AFP/Files/Philippe Lopez

Jakarta: Banyak pabrikan saat ini sedang fokus mengembangkan mobil listrik. Bahkan mereka juga menyebutkan kalau mobil ramah lingkungan tersebut bakal dipasarkan di beberapa daerah, salah satu yang sangat tinggi prospeknya adalah Tiongkok.

Dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 miliar tentu saja pasar otomotif di Tiongkok sangat besar potensi pemasarannya. Terlebih Pemerintah Tiongkok kini memiliki beberapa kebijakan mengenai mobil listrik dan mobil dengan energi alternatif.

Dikutip dari New York Times, Pemerintah Tiongkok meminta satu dari lima mobil yang di jual produsen otomotif haruslah mobil listrik atau mobil berbahan bakar alternatif pada 2025. Tidak sampai di situ saja, mereka juga meminta para produsen otomotif lebih banyak menjual mobil ramah lingkungan jika ingin tetap berjualan di Tiongkok.

Bahkan salah seorang di pemerintahan pernah mengucapkan kalau Tiongkok mulai alergi dengan mobil berteknologi pembakaran dalam. Sehingga ada rencana untuk melarang penjualan mobil konvensional, namun untuk waktunya belum diketaui.

"Kami melihat diri kami ada di persimpangan pengembangan industri otomotif di negeri ini," ujar Brand Sales and Marketing Volkswagen, Jurgen Stackmann.

Lantas apakah rencana Pemerintah Tiongkok menuju mobil listrik berhasil? Sebuah data yang disajikan oleh Clean Technica mengenai penjualan mobil listrik di Tiongkok per September 2017 cukup memberikan gambaran.

Tercatat Negeri Tirai Bambu ini pada Januari-September 2017 sudah menjual lebih dari 338 ribu unit. Angka ini terbilang naik 48 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Website tersebut mengambil data berdasarkan 20 mobil listrik yang dijual di sana. Bahkan 18 diantaranya merupakan produk buatan dalam negeri, dan 2 sisanya adalah Tesla model S dan X.

Peningkatan penjualan mobil listrik di Tiongkok terbilang sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan dan insentif yang diberikan.

Sebagai awalan, Pemerintah negeri tirai bambu terus memberikan subsidi sebagai rangsangan untuk menjadi pemimpin industri mobil ramah lingkungan. Hebatnya, mereka mau memberikan subsidi jutaan dollar Amerika Serikat kepada produsen mobil lokal agar bisa meningkatkan skala produksi mobil listrik.

Kebijakan itu memang sudah berjalan beberapa tahun. Namun industri lokal mereka masih belum sanggup membuat mobil listrik dengan kemampuan mumpuni seperti Tesla atau Nissan Leaf. Saat ini, mereka masih di tahapan mobil listrik murah, berkemampuan terbatas, serta jarak yang tidak terlalu jauh.

"Mobil listrik di Tiongkok sangat murah. Kamu hanya membutuhkan uang yang sedikit untuk membeli mobil. Tidak masalah jika Anda menggunakan mobil listrik untuk pergi ke kantor atau menggunakan sekitar 100 kilometer," ujar karyawan perusahaan bahan kimia, Xie Chao, yang mengaku memiliki tiga mobil listrik sejak 2015, yakni Anhui Jianghuai Automobile iEV4, BAIC EV160, a Geely Automobile Emgrand EV.


(UDA)