Peraturan Lalu Lintas

Ini Alasan Pengemudi Langgar Aturan Ganjil Genap

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 07 Oct 2016 11:58 WIB
lalu lintas
Ini Alasan Pengemudi Langgar Aturan Ganjil Genap
Peraturan ganjil genap masih banyak dilanggar. MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Sosialisasi dan uji coba penerapan ganjil genap di Jakarta resmi berakhir, kini kebijakan tesebut telah diberlakukan secara efektif mulai Agustus kemarin. Namun masih ada saja pelanggar yang tidak mau tertib aturan, yang ujung-ujungnya harus ditindak oleh pihak yang berwajib.

Ini merupakan kebijakan transisi sebelum implementasi jalan berbayar atau Electronic road priching (EP), di ruas jalan yang sebelumnya masuk 'three in one'. Dalam prakteknya selama 25 hari, peraturan yang efektif berlaku mulai 30 Agustus-4 Oktober 2016 ini, masih menemukan banyak pengemudi yang melakukan pelanggaran dengan berbagai alasan.

Akibatnya, setiap hari petugas harus menjaring ratusan pelanggar. Bahkan dalam 25 hari pelaksanaannya kepolisian harus melakukan penegakan hukum kepada 3.416 pelanggar.

Berdasarkan keterangan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metra Jaya (PMJ) AKBP Budiyanto, kepada tim Metotvnews.com di Jakarta, Rabu (5/10/2016). Jika dilihat dari jumlah pelanggaran perhari, maka sifatnya fluktuatif atau naik turun, dengan beragam alasan yang disampaikan pengemudi untuk terhindar dari sanksi tilang.

Dijelaskan, yang sering dijadikan alasan oleh para pengemudi yang melanggar peraturan ini adalah, karena lupa kalender nasional, tidak tahu kebijakan ganjil genap, belum paham tentang pengecualian kendaraan, dan sengaja melanggar.

Perlu diketahui, bagi para pelanggar bakal dikenakan sanksi denda sebesar Rp500 ribu, yang diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 164 Tahun 2016 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan sistem Ganjil Genap.


(UDA)