Prasarana Otomotif

Teknologi Aspal Polimer, Fokus Shell Bangun Prasarana Jalan

Ekawan Raharja    •    Kamis, 14 Dec 2017 15:30 WIB
industri otomotif
Teknologi Aspal Polimer, Fokus Shell Bangun Prasarana Jalan
Aspal konvensional saat ini masih banyak digunakan untuk pembangunan jalan. MTVN/Nurul

Jakarta: Perusahaan tambang dan energi, Shell, juga melakukan pengembangan produk agar lebih baik ketika digunakan seperti bitumen (aspal). Mereka pun kini sudah bisa memproduksi aspal dengan modifikasi polimer.

Presiden Direktur PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, menjelaskan bahwa aspal dengan modifikasi polimer bisa digunakan untuk pembanguan infrastuktur di Indonesia. Sehingga diharapkan dapat menambah kualitas mobilitas di Indonesia.

"Shell tetap berkomitmen untuk maju bersama Indonesia dengan menghadirkan beragam solusi untuk mendukung pembangunan ke depan. Kami merasa senang dapat menjadi bagian dalam pembangunan infrastuktur Indonesia," ujar Darwin pada Kamis (14/12/2017) di Hotel Ayana Midplaza Jakarta.

County Business Manager Shell Bitumen, Dennis Quek, menjelaskan bahwa penggunaan aspal di jalanan tergantung kondisi jalanan. Sehingga campuran untuk membuat aspal di jalan akan menyesuaikan dengan suhu, kontur wilayah, dan juga beberapa hal lain.

Tetapi dengan teknologi aspal modifikasi polimer, yang mereka beri kode Shell Cariphalte PMB, Shell bisa membuat campuran aspal yang diklaim lebih kuat daripada campuran aspal konvensional. Bahkan kekuatannya bisa mencapai tiga kali lipat kuat lebih kuat dari pada aspal konvensional.

Selain itu, mereka juga berujar bahwa Shell Cariphalte PMB bisa menyerap air lebih cepat. Sehingga jalanan akan lebih cepat kering dan tidak meninggalkan genangan air.

"Kalau tidak ada genangan air, maka mobil tidak terkena aquaplaning. Artinya kendaraan bisa melaju lebih baik."


(UDA)