Industri Otomotif

Hino Kian Agresif di 2018

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 21 Feb 2018 06:52 WIB
industri otomotif
Hino Kian Agresif di 2018
Hino targetkan 40 ribu unit terjual di 2018. medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Tak ingin kehilangan momen, membaiknya sektor pertambangan dan infrastruktur di Indonesia dimanfaatkan sebagian brand mobil/kendaraan komersial untuk menggenjot penjualan. Termasuk pemain lama PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) yang kian agresif di 2018.

Di awal 2017 HMSI memasang target 28.000 unit, dan hasil yang diraih saat penutupan penjualan sampai dengan Desember 2017, Hino mengklaim sukses melepas kepasaran sebanyak 30.007 unit untuk semua kategori truk.

Peningkatan itu  mencapai 35 persen jika dibandingkan dengan 2016, Hino New Generation Ranger memiliki porsi terbesar dalam penjualan Hino dengan berkontribusi 55 persen pada total penjualan Hino di 2017. Medium duty truck ini berhasil terjual sebanyak 16.768 unit dan diklaim menguasai pasar dengan raihan 60 pesen market share.

“Bisnis batu bara mulai meningkat tahun lalu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini dapat dilihat  dari harga batu bara acuan yang terus membaik. Untuk itu dalam membantu kelancaran bisnis pertambangan, kami meluncurkan produk terbaru ini yang memiliki  Quality, Durability, dan Reliability," kata Presiden Direktur HMSI, Hiroo Kayanoki, kepada medcom.id di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo menambahkan, pihaknya tetap percaya diri meski beberapa brand lain menawarkan produk baru, dan pihaknya optimis penjualan di 2018 semakin tumbuh dibanding tahun lalu. 

“Hino menargetkan dengan ekonomi yang cukup baik pada tahun 2018 ini bisa menjual sebanyak 40 ribu unit yang akan terjual,” ungkap Santiko di acara yang sama.

Sementara Hino New Generation Ranger FM 260 JD menjadi model yang paling laris dalam tahun 2017. Tercatat penjualan Hino dalam medium duty truck. Penjualan untuk FM 260 JD banyak ditopang oleh bisnis tambang dan konstruksi.


(UDA)