Industri Otomotif

Xpander Siap Diekspor ke ASEAN Mulai 2018

Ekawan Raharja    •    Kamis, 05 Oct 2017 15:06 WIB
mitsubishi
Xpander Siap Diekspor ke ASEAN Mulai 2018
Mitsubishi akan mulai di ekspor pada 2018. Mitsubishi

Metrotvnews.com, Cikarang: Mitsubishi sudah mulai memasarkan Xpander untuk pasar lokal per Oktober 2017. Setelah kelar pasar lokal, kini mereka mulai membidik dan mempersiapkan untuk ekspor ke berbagai negara di ASEAN.

Mereka akan mulai melakukan ekspor mulai 2018. Nantinya mobil-mobil ini akan dikirim ke berbagai negara di kawasan ASEAN seperti Thailand dan Filipina.

"Memang benar tahun 2018 Xpander akan diekspor ke negara-negara lain, karena kalau kita hanya bergantung dengan pasar domestik saja itu artinya kita akan bergantung kepada kondisi ekonomi yang ada di Indonesia saja," ujar Chief Operating Officer Mitsubishi Motors, Trevor Mann, di pabrik Mitsubishi, Cikarang, Jawa Barat beberapa hari lalu.

Bos Mitsubishi itu juga belum bisa membeberkan berapa target untuk periode awal ekspor Xpander nantinya. Menurutnya pasar di Indonesia sudah cukup kompetitif, dan Ia menginginkan jumlahnya lebih meningkat untuk pasar di Indonesia.

Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Takao Kato, menjelaskan pabrik Mitsubishi di Indonesia sudah mempersiapkan 20 ribu unit Xpander per tahun untuk ekspor. Sedangkan total kapasitas produksi Xpander per tahun mencapai 80 ribu unit.

"Kapasitas produksi Xpander kita 80 ribu unit per tahun. Pabrik ini baru beroperasi April 2017 lalu, Xpander mulai diproduksi pada September 2017. Hingga akhir 2017 akan ada 12 ribu unit yang kita produksi," tambah Presiden Direktur MMKI, Takao Kato, di kesempatan yang sama.

Kemudian untuk nama akan tetap menggunakan label Xpander. Trevor memastikan juga nama Xpander akan menjadi nama global, dan tidak ada penyesuaian nama untuk setiap pasar.

"Dulu mobil yang dihadirkan dipilih namanya yang lebih cocok untuk pasar lokal, namun semakin ke sini kami lebih menghargai nama produk yang bisa dipakai secara global," ujar Trevor

Alasan ini juga terkait mengenai efisiensi dari promosi produk. Jika menggunakan nama global maka tidak perlu pergantian nama dan bisa melakukan program yang selasar, sehingga nama ini bisa dikenal secara global.


(UDA)