Tips Mudik Aman

Cara Aman Membawa Barang Bawaan Saat Mudik

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 22 Jun 2017 07:22 WIB
Cara Aman Membawa Barang Bawaan Saat Mudik
Pastikan barang bawaan Anda terikat dengan aman saat mudik. MTVN/M. Bagus Rachmanto,

Metrotvnews.com, Jakarta: Punya daya angkut yang lebih maksimal dibanding moda transportasi umum, salah satu alasan bagi sebagian masyarakat yang memilih mudik menggunakan mobil pribadi. Bahkan tak sedikit yang memaksakan membawa banyak barang hingga melebihi kapasitas tampung yang wajar.

Kebiasaan memaksakan membawa banyak barang ini kerap kali dilakukan dengan beragam cara, mulai dari menyusun barang dalam kabin berlebih dengan mengorbankan kenyamanan penumpang, hingga menggunakan roofbox atau bagasi tambahan yang dipasang di atap mobil.

Direktur SDCI Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menyampaikan, untuk pemudik yang membawa barang bawaan, usahakan jangan meletakkan di atas mobil. Karena bisa menyebabkan perpindahan pusat grafitasi kendaraan/center of gravity, menjadi lebih besar sehingga mobil menjadi tidak stabil.

"Menyusun barang di kendaraan adalah berdasarkan bobot, yang paling berat diletakan paling bawah dan tengah. Kalau menaruh barang yang paling berat dibelakang otomatis center of gravity-nya pindah ke belakang," jelas Sony kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jika memang ingin meletakan barang bawaan di atas mobil sebaiknya menggunakan roofrack, dan cara mengemudi tentunya juga harus berbeda serta lebih hati-hati. Pastikan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama saat menikung, melalui jalan rusak serta menjaga kecepatan.

Pastikan semua barang yang ada di dalam kabin harus dalam kondisi terikat atau diletakan di posisi yang aman. Tujuannya agar barang tidak mudah bergerak saat mobil berjalan. Ini juga untuk mengatisipasi saat terjadi kecelakaan atau rem mendadak barang tidak terpental ke depan yang bisa menyebabkan pengemudi atau penumpang cidera.

Tak kalah penting untuk menjaga kecepatan saat membawa beban. Jika memang feeling berkendara Anda kurang nyaman di kecepatan tertentu, saatnya mengurangi kecepatan. Kemudian jika saat melakukan deselerasi, mobil terasa sangat berat untuk dihentikan, berarti kecepatan mobil sudah melebihi kecepatan maksimal dengan bobot barang saat itu.
(UDA)