Tips Knowledge

Wajib Tahu, Syarat dan Proses Mengembangnya Airbag saat Kecelakaan

Abdul Halim Ahmad, M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 20 Apr 2017 18:38 WIB
tips knowledge
Wajib Tahu, Syarat dan Proses Mengembangnya <i>Airbag</i> saat Kecelakaan
Wajib dipahami kondisi kecelakaan yang menyebabkan airbag mengembang. NCAP

Metrotvnews.com, Jakarta: Sistem keselamatan di mobil kini semakin berkembang dan kompleks. Selain rem anti-lock braking system (ABS), airbag untuk penumpang depan mobil saat ini sudah jadi standar fitur keselamatan. Tapi patut anda ketahui, syarat dan proses mengembangnya airbag, agar tidak kaget atau mulai jaga2 jika terjadi hal tersebut.

Seperti yang kita tahu, airbag adalah fitur keamanan yang bisa dipasang di mobil, yang berfungsi untuk melindungi kita jika terjadi kecelakaan. Penggunaan airbag dapat membantu melindungi daerah kepala, leher, dan dada. 

"Airbag dipasang oleh pembuat kendaraan untuk keselamatan pengemudi dan penumpang. Biasanya airbag keluar dari setir/kemudi dan dashboard mobil," kata instruktur Safety Institute Indonesia, Dhany Ekasaputra, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun Dhany mengingatkan, ketika terjadi kecelakaan seringkali airbag terbukti kurang memadai, karena anda tidak menggunakan sabuk pengaman/seatbelt ketika berkendara.

Dijelaskan, cara kerja airbag di mobil hanya akan mengembang apabila mobil mengalami tabrakan. Sensor airbag yang ada di bagian depan mobil, baru akan bereaksi jika mobil menghantam benda statis minimal kecepatan 40 kilometer per jam.

Lalu bahan apa yang membuat airbag mobil ini bisa mengembang? Airbag mengembang karena aliran listrik melalui kabel yang menimbulkan panas, yang kemudian membakar propelan airbag yang terbuat dari natrium azida. 

Natrium azida adalah bahan bakar yang dapat dengan cepat terbakar dan menghasilkan gas nitrogen yang banyak. Gas nitrogen itu kemudian mengalir melalui filter dan mengisi airbag yang terbuat dari nilon. 

Dhany menjelaskan, biasanya setelah terjadi benturan airbag yang terisi nitrogen akan mengempis dengan mengeluarkan gas melalui lubang-lubang kecil. Awan asap yang memenuhi kendaraan berisi talcum powder, yang digunakan untuk mencegah airbag lengket menempel ketika terlipat didalam. 

Berbeda dengan sistem airbag samping yang menggunakan gas simpanan yang terdiri atas silinder terisi 3000-4000 psi gas argon terkompresi (compressed argon gas). Kontrol modul memberi sinyal ke igniter, yang melelehkan bladder kecil didalam silinder tersebut. Gas argon kemudian mengisi airbag. Sama seperti nitrogen, argon juga tidak berbahaya. 


(UDA)