Regulasi Otomotif

Jerman Larang Mobil Bermesin Konvensional Mulai 2030

Ekawan Raharja    •    Selasa, 11 Oct 2016 11:31 WIB
regulasi otomotif
Jerman Larang Mobil Bermesin Konvensional Mulai 2030
Jerman mencanangkan 80-95 persen kadar CO2 di udara berkurang pada 2050. MI/Ramdani

Metrotvnews.com: Pemerintah Jerman terus menunjukan keseriusannya untuk menghadirkan mobil-mobil ramah lingkungan. Bahkan Pemerintah Jerman baru-baru ini menyerukan pelarangan mobil-mobil berteknologi pembakaran internal di 2030.

Dewan Federal Jerman mengeluarkan seruan pelarangan penjualan mobil, baik mesin diesel ataupun berbahan bakar bensin. Jadi pada 2030 hanya kendaraan non emisi yang bisa dijual di sana. Artinya pilihan jatuh kepada mobil listrik atau mobil berbahan bakar hidrogen.

Hingga saat ini, seruan ini masih belum mengikat secara hukum. Namun jika sudah diterapkan, tentu industri otomotif akan masuk ke babak baru. Besar kemungkinan juga, seruan ini bisa menjadi pembunuh mobil berteknologi pembakaran internal.

Salah satu negara maju di benua biru tersebut menargetkan pengurangan karbon dioksida (CO2) sebanyak 80-95 persen di 2050. Sehingga penggunaan mobil ramah lingkungan harus digunakan jauh-jauh sebelumnya untuk memutus rantai kendaraan pembakaran internal.

Wakil Menteri Ekonomi Jerman, Rainer Baake, menjelaskan bahwa masa pakai mobil sekitar 20 tahun. Sehingga penjualan mobil harus dihentikan sekitar 15 tahun, untuk menghentikan mobil-mobil diesel dan bensin.

"Kenyataannya tidak ada pengurangan kadar emisi CO2 di dunia transportasi sejak 1990. Kami tidak mempunyai alasan untuk mengurangi emisi truk, tapi untuk mobil kami memiliki jawabannya," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Dewan Federal Jerman juga meminta Komisi Eropa untuk menerapkan seruan ini, untuk negera-negara Uni Eropa. Tak hanya itu saja, Dewan Federal Jerman juga mendesak Komisi Eropa untuk meninjau kembali kebijakan perpajakan.

Komisi Eropa diminta untuk memberikan insentif pajak untuk mobil-mobil ramah lingkungan. Alasannya jelas, merangsang penjualan mobil ramah lingkungan.

Nah kira-kira akankah Indonesia juga akan mengambil langkah seperti Jerman?


(UDA)