Asuransi Otomotif

Stagnasi Pasar Otomotif Nasional juga Berimbas ke Asuransi

   •    Sabtu, 17 Sep 2016 08:34 WIB
asuransi kendaraan
Stagnasi Pasar Otomotif Nasional juga Berimbas ke Asuransi
Asuransi ikut dengan tren stagnasi pasar otomotif nasional. AAB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasar otomotif nasional yang diprediksi cenderung stagnan, memang membawa dampak ke beberapa industri. Termasuk asuransi otomotif nasional. Apalagi jika perusahaan tersebut hanya punya produk yang bekerja di segmen otomotif saja.

Hal ini juga dirasakan cukup berat oleh Asuransi Astra Buana lewat produk unggulan mereka di pasar mobil nasional yaitu Garda Oto. Mereka melihat bahwa pasar otomotif nasional tahun lalu membuat mereka juga down. Tapi tahun ini diprediksi lebih stagnan dan tak ada penurunan lagi, sehingga mereka masih bisa bernafas lega.

"Bergerak sejalan dengan industri otomotif nasional, ya bisa dibilang trennya akan ikut. Namun jelas hingga Agustus kemarin, tantangan terbesar kami adalah stagnasi pasar otomotif nasional. Melemahnya pasar alat berat, punya imbas besar ke kendaraan bermotor dan segmen komersial. Beruntung kami juga punya produk di segmen kesehatan yang pangsanya terus naik," klaim Chief Executive Officer Asuransi Astra, Santosa di perayaan 60 tahun berdirinya AAB pada Jumat (16/9/2016) di ICE, BSD City.

Meski demikian, lanjut Santosa, mereka yakin segmen pasar masih tetap stabil hingga akhir tahun. "Itu karena sekarang kita masih punya beberapa bulan ke depan untuk memperbaiki performa di segmen otomotif. Dari total target 1 juta 60 ribu unit mobil, tinggal 4-5 persen dari total itu yang belum tercapai. Kami sangat yakin target ini bisa dilalui jika stimulus dan program yang diberikan ke pasar otomotif nasional lebih tepat," sambung Komisaris Asuransi Astra, Suparno Djasmin dalam sambutannya di momen yang sama.

Dalam perayaan ulang tahun ini yang ke-60 ini, selain menunjukkan komitmen besar mereka untuk pasar nasional, AAB juga menggelar sesi khusus penyelenggaraan Z-Ideas. Event ini menjaring ide-ide dari kalangan pelajar yang memang bisa diaplikasikan, serta punya efek besar untuk masa depan.

Terdapat 1.218 mahasiswa dan 64 tim dari universitas di Indonesia ikut dalam kegiatan tersebut. Adapun dua tim yang tersisa yakni Tim Palugada dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan tim Hey dari Universitas Brawijaya Malang, sebagai pemenang.

Tujuan kompetisi ini adalah memilih generasi muda unggul yang punya ide kreatif, khususnya di industri asuransi umum. Kali ini metode lombanya ada beberapa cara, yaitu case competition, video competition, seminar dan nonton bareng hingga talent recruitment.


(UDA)