Recall Produk

Takata Tambah Recall 2,7 Unit Airbag Bermasalah

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 13 Jul 2017 08:55 WIB
recall gm
Takata Tambah <i>Recall</i> 2,7 Unit <i>Airbag</i> Bermasalah
Nissan Versa produksian 2007-2012 terdampak recall Takata Airbag. Autoguide

Metrotvnews.com: Kasus Takata airbag yang bermasalah di sejumlah mobil yang diproduksi beberapa merek manufaktur, seperti tiada akhir dan masih terus berlangsung. Meski Takata menyatakan diri sudah bangkrut, tapi mereka memperluas recall/penarikan airbag dan terdapat jenis inflator airbag baru yang terdampak.

Kali ini mereka merilis tambahan unit terdampak yang mencapai angka 2,7 juta unit lagi. Menurut perusahaan, tersebut, mayoritas kendaraan yang terkena dampak berasal dari Ford yang mencapai 2,2 juta unit. Termasuk model Nissan Versa produksian 2007-2012 sebanyak 627,000, bersama dengan 6.000 truk Mazda B-Series.

Dijelaskan jika komponen airbag dari Takata menggunakan amonium nitrat untuk mengembang. Senyawa tersebut dianggap dapat rusak saat terkena suhu tinggi dan kelembaban udara yang membuatnya menjadi lebih mudah menguap.

Akibatnya kecacatan inflator yang mengembang terlalu kuat bisa beresiko mencelakai penumpang. Efeknya serpihan pecahan inflator terpental dan mengenai pengemudi.

"Takata mengatakan kepada publik bahwa garis kantung udara mereka dengan penyerap kelembaban aman. Penarikan kembali ini sekarang menimbulkan pertanyaan serius tentang ancaman yang ditimbulkan oleh semua kantong udara berbasis ammonium nitrat Takata," kata  Senator Florida, Bill Nelson, yang mengutip data dari monitor independen National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Lebih lanjut Nelson menjelaskan, jika lebih banyak lagi ditemukan rusak, akan membuat pemanggilan terbesar yang pernah ada, hingga membingungkan banyak pihak. Takata sebelumnya mencatat Lebih dari 46,2 juta, atau sekitar 65 persen inflator airbag Takata yang terkena recall/penarikan , di Amerika Serikat (AS) belum selesai diperbaiki.

Pada 2019, Takata memperkirakan total 60 juta kendaraan di AS akan terpengaruh, dan 125 juta di seluruh dunia. Penarikan kembali merupakan recall keselamatan otomotif terbesar yang pernah ada, dan mencakup 17 pembuat mobil yang berbeda dan beragam model.


(UDA)