Paris Motor Show 2016

Mercy EQ, Si Sensual 'Pembunuh' Tesla

Ahmad Garuda    •    Kamis, 13 Oct 2016 16:43 WIB
pameran mobil
Mercy EQ, Si Sensual 'Pembunuh' Tesla
Paling lambat Mercedes-Benz EQ SUV masuk pasar Eropa dan Amerika pada awal 2019. (foto: mondial-automobile.com)

Metrotvnews.com, Paris: Setelah lebih dua dekade mengutak-atik mobil listrik, akhirnya Mercedes-Benz berani menyatakan konsepnya siap diproduksi massal. Meski dari seluruh line-up Generation-EQ hanya tipe SUV yang dalam waktu dekat bisa dipasarkan untuk segmen premium.

Sumber tenaga EQ adalah baterai lithium-ion Deutsche Accumotive berkekuatan 70-kWh dengan dua motor listrik yang memproduksi daya 402 tenaga kuda. Mecedes mengklaim bahwa hasil pengujian di Eropa membuktikan powerplant tersebut sanggup melajukan EQ SUV berisi tujuh penumpang dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam sejauh 500 kilometer.

"Dan pengisian listriknya cukup dari stop kontak rumah tangga. Pengisian dari nol hingga penuh cuma butuh waktu lima menit," promosi CEO Daimler Dieter Zetsche dalam Paris Motor Show 2016 sebagaimana dikutip mondial-automobile.com.



Melihat tampilan luarnya saja, SUV Mercedes EQ Concept memancarkan aura futuristik dalam arti harfiah. Lihat saja garis-garis grill di ujung moncong yang tak lain adalah pendaran lampu LED warna biru, tidak ada lubang. Body bongsornya yang terdiri dari baja, alumunium dan serat karbon serta ditopang roda 21" itu terlihat bersih dari detail garis lekuk body, minimalis.  

"Daya tarik desain ini reinterpretasi filosofi desain murni dan sensual, tujuannya menciptakan kesan avant-garde, kontemporer dan khas elektro," -lihat," jelas bos desain Daimler, Gorden Wagener.



Fitur unggulan adalah system navigasi HERE yang membantu pengemudi mendapatkan jalur terbaik menuju tujuan ketika menghadapi persimpangan dan percabangan jalan. Peta jalan dalam ujud 3D yang ditampilkan di layar TFT 24" resolusi tinggi tersebut juga membantu pengemudi mengindar dari kecelakaan lalu lintas di depannya dengan memilihkan jalur alternatif.

Selain itu SUV ini juga mengadopsi sistem semi autonomous. Bila diaktifkan, sistem ini secara otomatis menambah atau mengurangi tenaga mesin ketika bertemu jalur menanjak atau menurun sesuai kondisi medan, kepadatan lalu lintas dan cuaca pada saat itu.



Tidak seperti mobil listrik lain yang bandrolnya lebih tinggi dibanding mobil sekelas bermesin konvensional, harga SUV EQ berada di kisaran yang sama dengan GLS-Class, yaitu Rp 5 milyar. Harga ini jelas sangat kompetitif untuk pasar Amerika yang akan kedatangan SUV listrik Chevrolet Bolt dengan rentang harga sedikit lebih rendah.

Melihat fiturnya yang berlimpah dan harga kompetitif, tidak berlebihan bila EQ diramalkan akan meruntuhkan dominasi Tesla terhadap pasar mobil listrik premium di Amerika.

 


(LHE)