Kaleidoskop Otomotif Nasional 2017

Kaleidoskop Otomotif 2017, Stagnan tapi Penuh Kejutan

Ahmad Garuda    •    Senin, 18 Dec 2017 15:35 WIB
kaleidoskop otomotif
Kaleidoskop Otomotif 2017, Stagnan tapi Penuh Kejutan
Industri otomotif nasional selama 2017 stagnan namun tetap penuh kejutan. medcom.id/M Bagus Rachmanto

Jakarta: Industri otomotif nasional yang diprediksi stagnan atau tidak mengalami peningkatan penjualan di 2017, masih cukup positif. Apalagi banyak kejutan-kejutan tidak terduga yang terjadi di pasar otomotif nasional seperti animo pasar terhadap tipe tertentu hingga pembukaan pabrik baru dari brand baru.

Dari keseluruhan kegiatan atau aktifitas dalam industri otomotif nasional, kami mencoba merangkumnya untuk Anda dalam tema khusus Kaleidoskop Otomotif Nasional 2017.

Ramai-Ramai Buka Pabrik
Berbicara tentang industri otomotif di Indonesia, memang cukup seksi bagi brand otomotif dunia. Bahkan brand otomotif Tiongkok seperti Wuling juga tertarik untuk memasarkan produknya. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung membuka pabrik di kawasan industri cikarang, Jawa Barat pertengahan tahun 2017 lalu.

Pembukaan pabrik ini, juga disertai dengan komitmen brand tersebut untuk memasarkan produk terbaru mereka di segmen low multi purposes vehicle (MPV) di Indonesia, yaitu Confero 1,5 Liter.

Bukan hanya Wuling Motors, namun merek lain dari negara Tiongkok yaitu Dongfeng Sokon di bawah naungan PT Sokonindo Automobile (Sokon) membuka pabriknya di Serang, Banten. Mereka juga tak ragu-ragu mengenalkan produk perdananya yaitu Glory 580 dan pick-up yang bakal diluncurkan sekaligus di awal 2018 mendatang.

Meski serangan brand Tiongkok cukup gencar, namun pabrikan Jepang yang lebih dulu konsisten di Indonesia seperti Mitsubishi, juga melancarkan jurusnya. Mereka meresmikan pabrik dan mulai memproduksi versi lokal Pajero Sport dan juga produk terbaru mereka Xpander yang langsung menjadi patron baru low MPV di Indonesia.

Perbanyak Jaringan
Sebanyak dua pabrikan yang baru di Indonesia yaitu Wuling Motors dan Sokon, mulai gencar membuka jaringan. Jika Wuling Motors langsung tancap gas untuk jaringan nasional, Sokon rupanya masih menunggu waktu yang tepat. Mereka masih akan bermain di wilayah Jabodetabek terlebih dahulu.

Tapi Mitsubishi yang menjadi satu-satunya APM yang meresmikan pabrikan tahun ini, juga tak ingin kalah. Mereka justru sangat aktif membuka dealer yang cukup merata hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan hingga Desember ini, mereka masih melakukan aktifitas tersebut.

Sementara APM lain seperti Toyota, Honda, Daihatsu hingga Suzuki, juga melakukan aktifitas yang sama, tapi tak terlalu signifikan.

Low MPV Tetap Panas
Masuknya Wuling Motors dan Mitsubishi di segmen mobil Low MPV, membuat persaingan di segmen tersebut jadi panas. Betapa tidak, Xpander yang awalnya ditargetkan terjual sekitar 2.000 unit per bulan, melampaui ekspektasi tersebut. Bahkan permintaannya kini menjadi sangat besar sehingga membuat daftar antrean orang yang ingin memilikinya cukup panjang hingga Maret 2018.

Sementara Wuling dengan Confero 1.500 cc miliknya, juga terlihat sangat tenang. Perlahan tapi pasti, kenaikan penjualan mobil mereka itu menunjukkan angka yang cukup positif. Sehingga pasar otomotif nasional kini tetap hidup.


(UDA)