Industri Otomotif

100 Tahun BMW Siap Mainkan Mobil Listrik

Ekawan Raharja    •    Kamis, 26 Oct 2017 19:15 WIB
bmw
100 Tahun BMW Siap Mainkan Mobil Listrik
BMW i3 pernah ditampilkan di GIIAS 2017. BMW

Metrotvnews.com, Jakarta: BMW hingga saat ini tercatat sudah berkiprah di kancah otomotif dunia lebih dari 100 tahun. Tentu saja pabrikan asal Jerman ini memiliki tujuan pengembangan ke depannya, salah satunya mobil listrik.

Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'Tania, menjelaskan saat ini BMW memiliki visi yakni autonomous, connected, electrified, dan share/service (ACES). Jika diejawantahkan, arah pengembangan mobil-mobil BMW akan menuju teknologi listrik, otonom, dan pelayanan.

"Kendaraan listrik karena dorongan kebutuhan konsumen dan peraturan. Komitmen kami sejak 1995 berhasil menurunkan emisi gas buang mencapai 45 persen. Mobil kami rata-rata emisi gas buang di kisaran 124 gram per kilometer, dan mobil lain rata-rata di 200 gram per kilometer," ujar Jodie Kamis (26/10/2017) di BMW Training Center, Serpong, Tangerang Selatan.

Visi itu juga di bawa ke Indonesia dengan memperkenalkan teknologi mobil listrik ke Indonesia. Tercatat rival abadi Mercedes-Benz ini sudah mulai memperkenalkan mobil listrik i-series sejak 2013.

"Kita akan terus mempublikasikan mengenai BMW i-series dan itu kita sudah mulai sejak 2013. Kita mencoba meyakinkan beragam stake holder. Jadi stake holder yang kita sasar, semua bukan cuma satu saja, tapi ke arah pemerintah. Ke pemerintah kita lakukan konsisten untuk menjelaskan manfaat mobil listrik untuk Indonesia, untuk kita semua. Bukan hanya untuk BMW, tapi untuk pelanggan," tambahnya.

BMW Group di tataran global sudah memiliki sembilan model mobil listrik dengan berbagai model, mulai dari tenaga listrik sepenuhnya hingga plug-in hybrid. Hanya saja di Indonesia baru BMW i8 yang sudah dipasarkan di Indonesia.

"Kita memiliki sembilan model yang bisa memenuhi semua kebutuhan di lini segmen kita. Jadi kita sudah meluncurkan yang lengkap. Sudah ada tapi bukan di Indonesia, sudah di global, dan untuk di bawa ke Indonesia kita membutuhkan kebutuhan dari pelanggan. Jika ada permintaan dari pasar dan kita sangat memungkinkan untuk membawa mobil-mobil tersebut ke Indonesia," tambahnya.


(UDA)