Industri Otomotif

Dodge Tutup Pabriknya di Detroit

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 14 Jul 2017 08:09 WIB
dodge
Dodge Tutup Pabriknya di Detroit
Dodge Viper edisi terakhir dalam New York International Auto Show 2017. AFP Photo

Metrotvnews.com: Di saat pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong industri Amerika Serikat terus berekspansi, Fiat Chrysler mengambil langkah yang bertolak belakang. Aliansi Italia-AS ini memastikan akan menutup pabrik Dodge di Detroit yang selama ini memproduksi sportcar Viper.

Diberitakan oleh USA Today, Kamis (13/7/2017),  penutupan pabrik akan efektif berlaku per 31 Agustus 2017. Penutupan pabrik yang sebutannya adalah Connor Assembly Plant (Connor adalah nama jalan tempat pabrik itu berdiri) itu membuat Detroit yang merupakan Kota Mobil tinggal memiliki pabrik di pinggiran kota.

Pabrik yang dibangun Dodge pada 1966 dan diakuisisi Chrysler pada 1995 itu saat ini mempekerjakan sekitar 87 orang. Di situlah sejak 1992 semua varian Dodge Viper dikerjakan dengan tangan, tidak terkecuali edisi terakhir sportcar yang melegenda dan menjadi bintang film serial televisi dengan judul sama.

"Rencana penutupan sudah diputuskan bersama dengan United Auto Workers pada 2015, tidak ada sportcar baru akan dibuat di situ. Semua pekerja akan dialihkan ke pabrik lain," kata Juru bicara Fiat Chrysler, Jodi Tinson.



Connor Assembly Plant adalah saksi jatuh bangun industri otomotif AS. Satu tahun setelah Chrysler menyatakan kebangkrutannya dihentikan, pada 2010 datang Fiat mengulurkan tangan. Dua tahun kemudian pabrik direnovasi dan Viper kembali diproduksi hingga edisi terakhirnya.

Namun mesin V-10 8,4 liter yang menjadi sumber tenaga Viper memang terlalu boros bahan bakar. Penjualan gagal memenuhi target 1.500 unit per tahun dan perusahaan terpaksa terus menurunkan harga dan mengurangi karyawan. Per 2016, total Dodge Viper yang keluar dari Connor Assembly Plant tercatat kurang dari 25 ribu unit.


 


(LHE)