Uji Emisi

Kerja Berat, Truk Sampah Harusnya Wajib Uji Emisi Berkala

Ahmad Garuda    •    Kamis, 16 Mar 2017 09:50 WIB
hino
Kerja Berat, Truk Sampah Harusnya Wajib Uji Emisi Berkala
Uji emisi truk sampah, harusnya wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan lingkungan. Hino

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernyataan tentang truk angkutan sampah yang tak butuh perawatan rutin seperti truk lainnya. Padahal justru truk inilah yang seharusnya mendapat perhatian besar. Mengingat kerjanya yang cukup keras, terutama membawa sampah warga yang biasanya berisi sisa makanan dan cairan yang sudah membusuk.

Tak ingin truk sampah di Jakarta tidak berada dalam kondisi terbaik, Hino bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menggelar uji emisi kendaraan angkut dinas lingkungan hidup Provinsi DKI Jakarta. Acara ini berlangsung di TPST Bantar Gebang dan dihadiri Kadin Lingkungan Hidup DKI Jakarta (Isnawa Adji), Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DKI Jakarta (Andono Warih) dan Senior Executive Officer After Sales PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), Irwan Supriyono.

Uji emisi ini dilakukan khusus untuk kendaraan angkut sampah yang setiap harinya menuju TPST Bantar Gebang dengan target sebanyak 300 unit. Acara yang dimulai dari pukul 07.30 menggunakan 6 alat uji emisi.

Rata-rata satu alat menangani 50 unit/hari kendaraan truk sampah dengan didampingi 13 orang teknisi yang handal dan terlatih. Untuk kendaraan yang sudah selesai dilakukan uji emisi akan mendapat stiker dan kartu sebagai tanda lulus uji emisi.

“Uji emisi yang dilakukan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian Hino terhadap kelestarian lingkungan. Ini juga sebagai wujud dukungan Hino sepenuhnya kepada masyarakat dan pemerintah untuk membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, melalui kontribusi truk yang prima dan optimal,” ujar Senior Executive Officer After Sales HMSI, Irwan Supriyono.

Hal ini mereka lakukan mengingat pencemaran udara mengakibatkan turunnya kualitas udara. Emisi gas buang truk yang melebihi ambang batas yang ditentukan akan membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Selain berdampak terhadap kesehatan, emisi gas buang berlebihan juga mengakibatkan kerugian terhadap kendaraan itu sendiri.

Tingginya emisi carbon monoksida (CO) merupakan indikator kurangnya udara dalam proses pembakaran sehingga saringan udara yang kotor menyebabkan penggunaan BBM menjadi lebih boros.

Sementara itu, tingkat Emisi hidro carbon (HC) menjadi indikasi pembakaran bensin yang kurang sempurna yang umumnya disebabkan oleh buruknya sistem pengapian. Hal tersebut juga mengakibatkan inefisiensi penggunaan BBM dan tenaga menjadi tidak optimal.

Dengan dilakukan uji emisi ini armada truk sampah Pemprov DKI akan termonitoring dalam keadaan baik dan prima saat dioperasikan dalam menangani sampah warga Ibukota. Saat ini sebanyak ±900 unit armada truk sampah Hino dimiliki Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta, guna menciptakan Jakarta baru kota modern yang bersih dengan masyarakat berbudaya bersih dan pelayanan publik yang prima.


(GUS)