Dicegah KPPU, Pabrikan Mobil akan Penuhi Permintaan Gaikindo

   •    Rabu, 28 Feb 2018 15:00 WIB
mercedes-benz
Dicegah KPPU, Pabrikan Mobil akan Penuhi Permintaan Gaikindo
Gaikindo

Jakarta: Pabrikan mobil di Indonesia tetap memenuhi permintaan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk menyerahkan data penjualan mobil. Padahal, Komisi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah mewanti-wanti data penjualan hanya harus diserahkan ke pemerintah untuk menghindari terjadinya pengaturan pasar.
 
Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto tidak keberatan menyerahkan data penjualan mobil. "Gaikindo adalah perantara, atau perwakilan maker (pembuat) dengan pemerintah, jadi data penjualan ya kita serahkan ke mereka," kata Fransiscus, Rabu, 29 Februari 2018.
 
Hal serupa diungkapkan Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno, pabrikan asal Korea Selatan itu menyatakan tidak keberatan dengan penyerahan data penjualan mobil ke asosiasi. "Dari pihak Hyundai tidak masalah data penjualan dikirimkan ke Gaikindo," kata Mukiat.

Baca: Mercedes-Benz Sesalkan Pemecatan darI Gaikindo

Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania mengakui, belum ada ruginya mengikuti keanggotaan Gaikindo. "Sampai saat ini yang kami dapatkan menjadi anggota Gaikindo adalah keuntungan. Jadi kalau berbicara kerugian, hingga sekarang tidak ada," kata Jodie.
 
Jodie mengatakan, anggota Gaikindo mendapat dan berbagi informasi dengan merek-merek lainnya, terutama di segmen premium yang akan terus berkembang. "Jadi dengan berada di asosiasi, memberikan manfaat besar," kata Jodie.
 
Komisi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah mewanti-wanti pabrikan otomotif agar hanya menyerahkan data penjualan ke pemerintah. Hal itu untuk menghindari terjadinya pengaturan pasar.
 
Deputi Bidang Pencegahan KPPU Taufik Ahmad menyampaikan terdapat kerawanan atau celah penyalahgunaan data penjualan mobil jika diterima asosiasi.
 
"Dikhawatirkan data-data itu bisa disalahgunakan untuk tujuan pengaturan pasar. KPPU mendorong agar pengumpulan data lebih baik dilakukan oleh regulator dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin)," kata Taufik.




(FZN)