Komponen Aftermarket

Bosch Tambah Investasi Suku Cadang Otomotif di Asia Tenggara

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 21 Sep 2016 19:37 WIB
komponen aftermarket
Bosch Tambah Investasi Suku Cadang Otomotif di Asia Tenggara
Bosch perluas investasi di kawasan Asia Tenggara. Bosch

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyedia suku cadang otomotif merek Bosch, tak ingin ketinggalan dengan brand otomotif Eropa yang mulai berani pasang investasi besar di Indonesia. Mereka pun berencana memperluas jangkauannya di kawasan Asia Tenggara, dengan mengucurkan dana investasi sebesar EUR80 juta.

"Asia Tenggara merupakan wilayah yang penting bagi kami. Untuk mendukung pertumbuhan di wilayah ini, dan di tahun ini kami berencana mengucurkan investasi sekitar 80 juta euro di Asia Tenggara," kata anggota dewan manajemen Bosch untuk wilayah Asia Pasifik, Peter Tyroller.

Pada paruh pertama 2016 Bosch telah membuka kantor baru di Filipina dan Indonesia, dan berencana untuk mengembangkan pabriknya di Malaysia, Vietnam dan Thailand guna memperkuat kapasitas produksinya.

Selain itu, untuk pertama kalinya Bosch meluncurkan kampanye dengan cakupan internasional, bertema 'Kami mendukung sebuah perubahan'. Tujuan kampanye ini untuk meningkatkan awareness di negara-negara anggota ASEAN, terutama di pasar negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Berdasarkan keterangannya kepada media, Peter mengungkapkan, di kawasan yang sedang bertumbuh secara dinamis ini, Bosch berupaya mengembangkan dan menawarkan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.

Solusi yang ditawarkan akan tersedia dengan biaya lebih rendah dan memenuhi spesifikasi yang berbeda-beda. Antara lain suku cadang otomotif seperti busi, wiper, aki, rem, dan sistem kemudi berbantu untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.

Tak hanya pemasok komponen asal Eropa saja yang mulai meramaikan industri komponen otomotif tanah air. Yang lebih patut diwaspadai adalah pemain dari Tiongkok. Lantaran biasanya mereka menawarkan komponen yang kualitasnya memang sedikit di bawah komponen punya Eropa, tapi harganya bisa 3 hingga 5 kali lebih murah. Jadi ini tantangan persaingan besar yang harus mereka hadapi.


(UDA)