Industri Otomotif

Demi AS, Volvo Tunda Pabriknya di Mexico

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 21 Apr 2017 18:47 WIB
new york international auto show 2015volvo
Demi AS, Volvo Tunda Pabriknya di Mexico
Volvo XC60 2018 dalampeluncuraannya di New York International Auto Show 2017. car&driver/Michael Simari

Metrotvnews.com: Beberapa produsen otomotif terpaksa merevisi rencana jangka panjang pengembanganya gara-gara 'ancaman' tambahan pajak impor yang Presiden Donald Trump lontarkan. Volvo adalah satu di antaranya.

Produsen asal Swedia itu memutuskan menunda pembangunan pabriknya di Mexico dan mempercepat proyek serupa di Charleston, Carolina Selatan, Amerika Serikat. Padahal mereka telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk merelokasi pabrik utamanya ke Tiongkok.

"Amerika adalah pasar yang penting. Kami 'pertimbangkan kembali' proyek di Mexico," kata CEO Volvo Global, Hakan Samauelsson.



Sebagaimana dikutip dari MotorTrend, proyek di Charleston dengan diberi kode Thor Project ada di dalam rencana jangka panjang Volvo pada 2014. Namun prioritas relalisasi adalah proyek di Mexico, alasannya sama dengan relokasi pabrik dari Swedia ke Tiongkok, menekan komponen biaya tenaga kerja.

Baca juga: Volvo S90 diproduksi di Tiongkok

Menyusul 'ancaman' pajak impor terhadap kendaraan bermotor buatan luar negeri yang dipasarkan di AS, Volvo membalik rencana di atas. Proyek di Charleston yang dipercepat pembangunannya dan dapat mulai berproduksi pada akhir 2019. Target produksi dalam lima tahun pertama pabrik dengan dua ribuan tenaga kerja itu adalah 120 ribu mobil baru.

Melihat trend di AS, kemungkinan besar XC60 2018 yang akan pertamakali Volvo diproduksi di sana. Crossover kelas mid-size yang sedang ditampilkan dalam New York International Auto Show 2017 tersebut kini diproduksi pabrik barunya di Tiongkok.

Baca juga: Cara Volvo uji fitur keamanan XC60 2018

Volvo Thor Project berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar yang sebelumnya adalah hutan dan rawa-rawa. Selain fasilitas perakitan, di kompleks ini juga dibangun jalur pengujian, pusat pelatihan dan perkantoran. Nilai investasi yang Volvo tanamkan di situ tidak kurang dari Rp 11 trilyun.



Sebelum dibeli miliarder Li Shufu yang merupakan pemilik Zhejiang Geely pada 2010, Volvo sempat tiga tahun jadi bagian Ford Motor. Di dua pabrik milik Geely, Volvo memproduksi tipe S dan XC dengan kapasitas mesin di atas 2.0 liter dan turbocharged. Sementara varian V alias station wagon tetap dikerjakan di Swedia.

 


(LHE)