Teknologi Otomotif

Beda Sistem Strong Hybrid dan Mild Hybrid Suzuki

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 09 Aug 2018 07:23 WIB
suzuki
Beda Sistem <i>Strong Hybrid</i> dan <i>Mild Hybrid</i> Suzuki
Suzuki Swift Hybrid bisa full mobil listrik saat kecepatan rendah. Medcom/ A. Harry Budiawan

BSD City: Beberapa tahun lalu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengenalkan Ertiga diesel, dengan teknologi mild hybrid. Lalu tahun ini pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), mereka memboyong teknologi strong hybrid pada Swift hybrid.

"Kami menyadari kebutuhan mobil ramah lingkungan dan rendah emisi akan penting untuk masa depan. Karenanya kami tampilkan Swift hybrid sebagai bentuk kesiapan kami untuk menghadirkan produk ramah lingkungan," kata Yulius Purwanto, Head of 4W Product Development & Accessories SIS.

Swift hybrid dikenalkan di Jepang pada 2017 lalu dengan teknologi yang padukan dual jet engine, sebuah mesin yang kompak dengan tenaga besar, serta motor generator unit (MGU) yang bertugas membantu kinerja mesin.

Dengan perpaduan keduanya, maka ada opsi mode berkendara dengan standard mode untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Lalu mode EV dengan kecepatan kurang dari 80 km/jam, maka MGU yang akan menjadi sumber tenaga.

Meski sama-sama berteknologi hybrid antara strong hybrid pada Swift dan mild hybrid di Ertiga Diesel punya sejumlah perbedaan. Pada mild hybrid komponennya terdiri dari mesin, generator dan baterai saja. Sedangkan strong hybrid ketambahan MGU dan battery pack.

"Akan dijual atau tidak saat ini kita masih mempelajari kemungkinan tersebut," pungkas Yulius. Swift sendiri merupakan sebuah mobil hatchback, yang satu platform dengan Ertiga terbaru, yakni Heartech.

Berbicara kompetitor, sejauh ini belum ada mobil hatchback hybrid yang dijual di Indonesia. Namun di luar sana beda cerita, selain Swift Hybrid ada pula Nissan Leaf dan Note.


(UDA)