Komponen Aftermarket

Filter Kabin dengan Karbon Aktif, Lebih Menyehatkan?

Ainto Harry Budiawan    •    Minggu, 05 Aug 2018 10:32 WIB
komponen aftermarket
Filter Kabin dengan Karbon Aktif, Lebih Menyehatkan?
Filter kabin dengan karbon aktif ampuh hilangkan bau kabin mobil. Medcom/ A. Harry Budiawan

BSD City: Banyak orang tak peduli terhadap filter kabin mobil kesayangannya, padahal fungsinya terbilang penting. Filter ini berfungsi menyaring udara kotor yang masuk kedalam, seperti asap kendaraan dan partikel debu.

Karena usia pakai, filter kabin mobil disarankan diganti baru setiap 15.000 km atau setahun sekali. "Paling tidak setahun sekali, karena pasti sudah banyak debu dan kotoran menempel difilter," buka Andy Hasten, e-Commerce Manager PT Prima Semesta Asia, produsen filter merek Ferrox.

Harga jual filter kabin pun tak terlalu mahal, untuk model biasa di kisaran Rp100 ribuan. Namun jika ingin filter dengan karbon aktif, bisa menjajal Ferrox PM2.5 yang tak hanya menyaring debu, tapi juga  menghilangkan aroma tak sedap pada kabin mobil.

"Karbon aktifnya mampu menjaring polusi asap, debu, uap, jamur, bakteri, virus hingga polusi. Bau tak sedap pada kabin mobil akan jauh berkurang dalam waktu tiga menit pakai alat PM 2.5," tambah Hasten di ICE, BSD City kemarin (4 Agustus 2018).

Saat ini filter buatan Taiwan tersebut baru tersedia untuk mobil-mobil buatan Toyota dan Honda, sekitar 80 persen mobil-mobilnya bisa pakai filter ini. Sementara untuk mobil merek lainnya termasuk Eropa menyusul," ujarnya lagi.

Harga jual filter ini diangka Rp700 ribu. Selain Ferrox, merek filter kabin dengan karbon juga ada dari merek lain seperti Sakura, namun karena penerapan karbon aktifnya punya teknik masing-masing, maka kemampuannya menghilangkan bau akan berbeda pula.


(UDA)