Test Drive

Torsi 'Glamor' Tata Xenon HD, Tak Kenal Kendor

Ahmad Garuda    •    Kamis, 21 Dec 2017 11:51 WIB
test drivetata motors
Torsi 'Glamor' Tata Xenon HD, Tak Kenal Kendor
Uji torsi besar Tata Xenon HD yang tak kenal kendor. Tata Motors

Jakarta: Klaim Tata Motors tentang produk kendaraan komersial mereka yang disesuaikan dengan karakter pasar nasional, akhirnya berhasil kami buktikan. Melalui momen khusus sesi tes performa, medcom.id secara eksklusif diberikan kesempatan untuk menjajal karakter mesin istimewa dan torsi besar ala pabrikan asal India itu.

Kali ini kami menjajal Tata Xenon HD yang diluncurkan khusus untuk pasar nasional beberapa waktu lalu. Mobil ini memiliki karakter torsi besar yang diklaim ampuh jika digunakan sebagai operasional angkutan barang.

"Kami ingin memberikan gambaran performa tentang mobil ini dengan memberikan kesempatan khusus kepada jurnalis nasional untuk menjajal langsung ketangguhannya. Kali ini tipe Super Ace HT dan Xenon HD yang kami bawa langsung untuk diuji coba teman-teman jurnalis sebagai bahan penulisan mereka. Tapi kami tambahkan beban yang beratnya 1 ton," ujar Public Relation & Corporate Communication Manager, PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Kiki Fajar di Lot 9, Bintaro, Tangerang Selatan pada Rabu (20/12/2017).

Torsi Kuat jadi Andalan

Ekspektasi tentang torsi besar mobil-mobil yang diciptakan Tata Motors khusus untuk pasar nasional, memang bukan kejutan. Karena memang rata-rata mobil bermesin diesel dengan sokongan turbocharged dan generasi turbo intercooler, memang punya torsi besar dari mesin bensin. Tapi apa yang kami rasakan di Xenon tipe HD 3.000 cc Turbo Intercooler, benar-benar jadi kejutan.

Meski tipe trek yang disajikan kepada kami terbilang cukup mudah, lantaran masih berada di jalan aspal nan mulus. Hanya ada beberapa tanjakan pendek dan tergolong mudah dilalui mobil ini meski ditambah beban seberat 1 ton di belakangnya.

"Kami ingin memberikan tantangan yang lebih besar seperti tanjakan-tanjakan curam yang memang menjadi kekuatan mobil ini. Tapi karena butuh waktu yang lama untuk melakukan itu, makanya kami memberikan pembuktian dengan cara seperti ini lebih dahulu," kata Kiki.

Tes ini pun menjadi di luar prediksi kami, ketika di setiap tanjakan dengan kondisi lalu lintas yang lancar, kami sangat jarang menempatkan tuas transmisi di gigi 3. Kebanyakan bermain di gigi 4 dan 5. Padahal kecepatan mobil hanya sekitar 40-50 km per jam saja.

Kejutan kedua yang kami rasakan ketika keluar dari tol BSD menuju ke jalan raya Boulevard BSD, Tangerang Selatan. Dengan kondisi jalan menanjak dan melingkar, momentum kecepatan sekitar 40-50 km per jam dan lalu lintas lancar, mobil tersebut tak mengalami masalah berarti. Sementara tuas transmisi tetap berada di gigi-5.

Secara logis, bobot mobil ditambah bobot muatan sebesar 1 ton di bak belakang akan bertambah dengan beban kemiringan roda depan untuk mengarahkan mobil di jalan melingkar.

Tetap Irit BBM

Kejutan yang ketiga dan menjadi salah satu tema besar yang mereka angkat pada pengetesan kali ini adalah soal konsumsi bahan bakar. Dengan gambaran menggunakan tambahan beban sebesar 1 ton, rasanya ini menjadi indikator terbaik seberapa irit mobil ini.

Menggunakan tipe Xenon HD dengan beban dan ditantang untuk berkendara seefisien mungkin, adalah hal yang tak mudah. Memperhatikan putaran mesin melalui RPM meter dan posisi tuas transmisi hingga kondisi jalan adalah yang paling utama. Dengan jarak tempuh hingga 42 kilometer, tim medcom.id sukses membukukan penggunaan bahan bakar sebesar 12,5 kilometer per liter.

Sementara untuk jarak terjauh yang dibukukan dalam tantangan kali ini adalah sejauh 13,3 kilometer per liter. Artinya efisiensi bahan bakar menggunakan mesin berkapasitas besar dan bobot yang cukup berat, juga masih dengan menghemat pengeluaran untuk bahan bakar.

Kesimpulan

Mobil dengan daya angkut yang lebih banyak namun tetap mampu memenuhi permintaan ketika dipaksa untuk dengan bobot lebih, adalah karakter pengguna mobil di Indonesia. Tata Motors jeli melihat ini, sehingga mereka membuat mobil angkut bermesin diesel dengan torsi melimpah namun konsumsi bahan bakar irit. Tak heran jika brand ini bisa bikin pabrikan Jepang khusus mobil komersial, mulai merasa tersaingi.

Data spesifikasi Tata Xenon HD 3.0



(UDA)