Modifikasi Mobil

Dwiko Bangga, Defender Garapannya Ditumpangi Jokowi

Ekawan Raharja    •    Selasa, 07 Nov 2017 14:48 WIB
modifikasi mobil
Dwiko Bangga, Defender Garapannya Ditumpangi Jokowi
Presiden Jokowi menggunakan Land Rover Defender 110 County akhir pekan lalu. Land Rover Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), meresmikan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1B dan 1C, Jakarta, pekan lalu. Salah satu pemandangan unik yang disuguhkan saat itu adalah Jokowi meninjau jalan bebas hambatan tersebut dengan menumpang di Land Rover Defender garapan Dwiko Rayanto.

Usut punya usut, Land Rover yang digunakan merupakan seri Defender 110 County. Mobil lansiran 1989 ini terbilang cukup mulus berkat restorasi tangan dingin dari Casablanca Works milik Dwiko.

"Mobil itu milik customer kami, saya mengerjakannya tahun lalu. Saya tidak tahu dan tidak menyangka kalau mobil itu bakal ditumpangi Presiden, Joko Widodo," bangga Dwiko kepada Metrotvnews.com.

Dwiko ingat sekali, bahwa mobil itu dulu di bawa ke bengkelnya yang terletak di Pondok Gede, Jakarta Timur, dengan kondisi belum jadi. Kemudian sang pemilik memintanya untuk direstorasi ulang layaknya sedia kala.

"Kita restorasi ulang, kemudian untuk aksesorisnya bisa dibilang orisinil. Cuma beberapa bagian seperti ban mungkin sudah bukan aslinya lagi," lanjutnya.

Secara keseluruhan, mobil yang digunakan berbentuk pick up dengan single cabin. Hanya saja bagian belakang dibuka dengan menyisakan rangkanya saja.

Berbicara warna, Casablanca Works menggunakan warna Arles Blue. "Warna yang digunakan juga seperti warna awal, tidak diubah."

Kemudian melihat spesifikasinya, mobil tersebut bergerak dengan sistem penggerak roda 4X4 dengan jarak antara sumbu rodanya mencapai 2.794 mm.

Membahas dapur pacunya, Defender 110 County yang digunakan Jokowi mengunakan mesin 17H 2.500 cc bertenaga 83 daya kuda di putaran 4.200 rpm dan torsi 180 Nm di putaran 2.000 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke seluruh roda dengan transmisi lima percepatan manual.

"Kalau untuk urusan harga, berhubung mobil ini barang langka jadi agak sulit memperkirakan. Tetapi untuk biaya restorasinya sekitar Rp200 juta, itu juga sudah tahun lalu," tutupnya.


(UDA)