Bike Builder

Builder Indonesia Tak Kalah Kualitas dengan Builder Asing

Ekawan Raharja    •    Senin, 01 Oct 2018 09:09 WIB
modifikasi motorcustom bike
<i>Builder</i> Indonesia Tak Kalah Kualitas dengan <i>Builder</i> Asing
Kontes Motor Custom di Indonesia semakin ramai. SM

Jakarta: Perkembangan custom culture di Indonesia cukup menanjak akhir-akhir ini. Bahkan untuk sepeda motor custom hasil racikan builder Indonesia tidak kalah dengan karya builder luar negeri.

Salah satu builder senior Indonesia, Indra Pranajaya, menjelaskan karya-karya builder Indonesia tidak kalah dengan karya karya mereka yang ada di luar negeri.

"Kalau kualitas, hasil karya tidak kalah. Para peserta kontes event custom bike di Indonesia seperti Suryanation Motorland tidak kalah kalau bicara soal kualitas dengan peserta kontes custom di luar negeri," ujar pria berjuluk The Bluesman ini kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.

Dia memberikan contoh ketika sedang menjadi juri acara Suryanation Motorland 2017 dan 2018 di Surabaya. Dia melihat ada banyak perubahan positif yang didapat dari para builder lokal.

"Dari segi kualitas finishing, kreativitas. kemudian ide semakin baik. Sepeda motor yang ditampilkan semakin beragam," ujar pria pemilik bengkel custom Razzle-Dazzle Chopper Works di Bandung.

Meski demikian dia tidak menampik kalau skena builder Indonesia juga masih muda. Ada beberapa kelemahan juga yang masih dimiliki oleh builder Indonesia.

"Terus belajar dan melihat berbagai refrensi dari sepeda motor lainnya. Kalau soal finishing itu teknik, bisa diasah. Kalau ide dan teknologi, harus juga melihat refrensi dan terus belajar. Saya ini juga masih terus belajar, menjadi juri juga sekalian belajar untuk diri sendiri."

Hal senada juga dilontarkan oleh builder senior asal Yogyakarta Lulut Wahyudi.  Skena custom culture di Indonesia masih muda dan perjalanannya masih panjang.

"Kalau kita lihat mas Bimo (Bimo Hendrawan) sudah ikut kontes custom di luar negeri sejak 1998, Yokohama Hot Road Custom Show sudah 27 tahun, dan kita baru mulai kemarin sore," ujarnya dilain kesempatan.

Pemilik bengkel Retro Classic Motorcycle Yogyakarta ini berharap Indonesia akan terkenal memiliki anak-anak muda yang dikenal mumpuni. Sehingga bersama-sama harus dijaga dan didukung.

"Ikut kontes custom itu ada manis dan pahitnya. Manisnya ada banyak temennya menambah koneksi. Pahitnya banyak orang yang terlalu berharap, ketika pulang tidak membawa apa-apa maka banyak yang kecewa. Ini yang seharusnya kita tinggalkan."


(UDA)